BBKK Denpasar Perketat Pengawasan Virus Nipah, Fokus Awasi Penerbangan dari India

BBKK Denpasar Perketat Pengawasan Virus Nipah, Fokus Awasi Penerbangan dari India
BBKK Denpasar gunakan thermal scanner antisipasi Virus Nipah terutama rute India di Badung, Bali, Kamis (29/1)

Denpasar, LenteraEsai.id – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya Virus Nipah ke Bali dengan memberi perhatian khusus pada penerbangan internasional dari India.

Kepala BBKK Denpasar Heri Saputra mengatakan pengawasan rute India diperkuat menyusul adanya laporan kasus Virus Nipah di negara tersebut, meskipun pengawasan tetap dilakukan terhadap seluruh penerbangan internasional.

Bacaan Lainnya

“Karena kasusnya terjadi di India, maka kami memberikan fokus lebih ke rute tersebut. Namun pada prinsipnya semua penerbangan tetap kami awasi,” ujar Heri di Denpasar, Kamis.

Ia menjelaskan, langkah ini diambil karena jumlah penumpang dari dan menuju India melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai cukup tinggi, mencapai sekitar 500 hingga 600 orang per hari. Sepanjang Januari 2026, tercatat sebanyak 19.635 penumpang melakukan perjalanan Bali–India menggunakan maskapai Air India dan IndiGo.

Meski demikian, BBKK Denpasar tetap mewaspadai rute internasional lainnya karena mobilitas masyarakat Asia yang tinggi dapat menyulitkan pendeteksian masa inkubasi virus.

“Kami tetap melakukan pengawasan pada semua penerbangan. Bisa saja penumpang dari India transit ke negara lain terlebih dahulu sebelum ke Bali,” katanya.

Sebagai langkah deteksi dini, BBKK Denpasar melakukan pemeriksaan suhu tubuh seluruh penumpang menggunakan pemindai suhu (thermal scanner) di terminal kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Menurut Heri, saat ini telah terpasang tiga unit thermal scanner, masing-masing dua di terminal internasional dan satu di terminal domestik. Pemeriksaan ini dilakukan karena gejala awal Virus Nipah umumnya ditandai dengan demam tinggi di atas 37,5 derajat Celsius.

Apabila ditemukan penumpang dengan suhu tubuh tinggi dan gejala yang mengarah pada Virus Nipah, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk penelusuran riwayat perjalanan. Sampel kesehatan juga akan diambil untuk diuji di laboratorium rujukan di Surabaya, terutama jika disertai keluhan lain seperti nyeri otot dan sesak napas.

“Jika kondisinya berat, akan langsung kami rujuk ke RS Prof Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut dan memastikan apakah yang bersangkutan terinfeksi Virus Nipah atau penyakit lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bali telah menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk ruang isolasi di rumah sakit pemerintah, untuk menangani pasien yang memerlukan karantina.

BBKK Denpasar juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada Virus Nipah, mengingat virus ini berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti radang otak dengan tingkat kematian mencapai 45 hingga 75 persen.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari konsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya bagi mereka yang baru melakukan perjalanan dari India atau negara dengan kasus Virus Nipah. (LE-VJ)

Pos terkait