Banda Aceh, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk ketujuh kalinya selama tujuh hari, terhitung mulai 30 Januari hingga 5 Februari 2026.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan perpanjangan tersebut dilakukan karena masih terdapat sejumlah wilayah yang belum dapat diakses pascabencana banjir dan longsor.
“Status tanggap darurat kembali kami perpanjang karena masih ada delapan desa yang terisolasi,” kata Haili Yoga di Aceh Tengah, Kamis.
Ia merinci, delapan desa tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni lima desa di Kecamatan Linge dan tiga desa di Kecamatan Ketol. Akses menuju desa-desa itu hingga kini masih terhambat akibat longsor dan kerusakan jembatan.
Menurutnya, kondisi infrastruktur yang rusak membuat jalur darat belum bisa dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor, sehingga distribusi bantuan masih harus dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter.
“Selama akses belum pulih dan kebutuhan masyarakat masih harus dipasok lewat udara, maka status tanggap darurat tetap kami berlakukan,” ujarnya.
Haili Yoga menambahkan, perbaikan infrastruktur di Kecamatan Ketol terkendala lebar sungai yang mencapai sekitar 300 meter, sehingga pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Proses penanganan saat ini telah mulai berjalan dengan bantuan TNI dan Polri.
Sementara itu, di Kecamatan Linge, sejumlah jembatan masih terputus dan baru bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua, sehingga aktivitas masyarakat dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masih terganggu.
“Kondisi delapan desa ini cukup berat dan memerlukan penanganan skala nasional,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar warga di Kecamatan Ketol telah kembali ke rumah masing-masing, meski masih ada yang bertahan di tenda pengungsian. Adapun di Kecamatan Linge, jumlah pengungsi masih cukup banyak karena sebagian permukiman warga rusak berat bahkan hilang akibat banjir dan longsor.
Pemerintah daerah, lanjut dia, tengah mengupayakan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
“Hunian sementara sedang dalam proses agar masyarakat bisa segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” kata Haili Yoga. (LE-VJ)







