Kuta, LenteraEsai.id – Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas dengan kekayaan hayati yang luar biasa. Tercatat lebih dari 25.000 jenis flora tumbuh di berbagai daerah Nusantara. Namun, tidak banyak masyarakat yang memahami bahwa tumbuhan-tumbuhan tersebut bukan hanya bermanfaat secara medis, tetapi juga berfungsi dalam penyembuhan nonmedis, termasuk menangkal energi negatif.
Salah satu tanaman yang memiliki kekuatan spiritual adalah pohon kelor. Tokoh spiritual asal Bali, Jro Mangku Master Made Bayu Gendeng menyampaikan bahwa kelor sebaiknya ditanam di halaman rumah karena diyakini dapat menangkal energi negatif, termasuk gangguan dari makhluk gaib dan kiriman penyakit akibat ilmu hitam.
“Tanaman kelor sangat baik ditanam di depan rumah karena bisa menangkal gangguan tak kasatmata. Energi dan frekuensi yang dimiliki kelor bisa membentengi rumah dari hal-hal buruk,” ujar Master Bayu Gendeng saat ditemui di kantornya di kawasan Kuta, Badung, Selasa (1/7/2025) malam.
Ia menjelaskan bahwa setiap tumbuhan memiliki frekuensi dan energi masing-masing. Beberapa tanaman seperti ginseng dan mawar, menurutnya, memiliki frekuensi tinggi yang berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Namun, tidak semua tanaman cocok ditanam di pekarangan rumah. Bayu Gendeng mencontohkan pohon mangga, beringin, pisang, nangka, dan pepaya sebagai jenis tumbuhan yang dapat membawa frekuensi gelombang kurang baik jika ditanam di tempat yang tidak semestinya. Salah satunya adalah pohon dadap, yang memiliki frekuensi 148 Hz.
“Pohon dadap tidak disarankan untuk ditanam di pekarangan rumah. Namun, dalam konteks spiritual, tanaman ini bisa digunakan di tempat suci atau area persembahyangan karena memiliki unsur energi tertentu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Master Bayu mengajak masyarakat untuk lebih memahami karakteristik setiap tanaman, termasuk unsur yang terkandung di dalamnya, cara meraciknya menjadi ramuan obat tradisional (loloh), serta kemungkinan efek samping jika dikonsumsi sembarangan.
“Setiap tumbuhan memiliki energi dan frekuensinya masing-masing. Salah satu tokoh spiritual yang diyakini bisa berkomunikasi dengan tumbuhan adalah Mpu Kuturan. Beliau memiliki kemampuan istimewa untuk memahami energi alam,” tuturnya.
Ia pun mendorong masyarakat untuk kembali mengoptimalkan manfaat tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan semangat kembali ke alam atau back to nature.
“Tanamlah tumbuhan yang tepat di pekarangan rumah agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung gaya hidup sehat. Salah satu contohnya adalah membuat loloh sebagai minuman kesehatan keluarga,” ujarnya.
Master Bayu Gendeng menambahkan, konsumsi rutin loloh yang diramu secara tepat dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Ia pun pernah menjuarai lomba meracik loloh dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2022. (LE-Vivi)







