judul gambar

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia pada Senin Pagi

Foto udara pemukiman penduduk tertutup polusi udara di Jakarta, Jumat (6/10/2023). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Jumat (6/10/2023), indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 133 atau masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 48 mikrogram per meter kubik. ANTARA FOTO

Jakarta (10/6) – (ANTARA/LE) – Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, kualitas udara di DKI Jakarta pada Senin (10/6/2024) pagi menjadi yang terburuk di dunia.

Hasil pantauan pada pukul 05.00 WIB itu, menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 180 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5, yang berarti masuk kategori tidak sehat.

Bacaan Lainnya

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia adalah Kinshasa, Kongo dengan indeks kualitas udara di angka 162, kemudian di urutan ketiga ada Manama, Bahrain di angka 157, kemudian diikuti Beijing, China di angka 155.

Berbeda dengan angka yang ditunjukkan IQAir, Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta berada pada kategori sedang.

Kategori kualitas udara tersebut berarti tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika.

Sejumlah wilayah yang terpantau, meliputi Bundaran HI (97), Kelapa Gading (85), Jagakarsa (70), Kebon Jeruk (98) dan Lubang Buaya (100). (ANT/LE)

Pos terkait