Denpasar, LenteraEsai.id – ‘Public speaking’ merupakan seni berkomunikasi yang dilakukan secara lisan untuk menyampaikan ide, gagasan, pesan dan pendapat yang bertujuan menginformasikan, menghibur dan mempengaruhi yang dilakukan di depan audiens dengan metode dan struktur tertentu.
Milihat hal itu, ‘public speaking’ juga nampaknya dibutuhkan bagi masyarakat perempuan di desa, sehingga pada gilirannya mempu menunjukkan diri sebagai seorang pemimpin.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar Ni Made Puspitasari mengatakan hal itu saat membuka workshop public speaking dan kepemimpinan bagi perempuan masyarakat desa, mewakili Kepala Dinas P3AP2KB I Gusti Agung Sri Wetrawati, di Gedung Sewaka Dharma Denpasar, Rabu (31/5/2023).
Lebih lanjut Pusputasari menyebutkan, selama ini kaum perempuan sangat sulit untuk mengaktualisasi diri dalam pembangunan yang dilaksanakan di desa. Sehingga pembangunan yang dilaksanakan kurang mendapatkan masukan aspirasi dari kaum perempuan. “Karena nyatanya kami lihat, kaum perempuan kurang berani berbicara dalam forum-forum desa sehingga aspirasinya kurang didengar,” ujar Puspitasari, menandaskan.
Untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan kepemimpinan kaum perempuan di desa, kini dilaksanakan pelatihan ini. Dengan pelatihan yang berlangsung selama dua hari, minimal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri kaum perempun di desa, sehingga berani menyampaikan pendapatnya pada forum-forum yang digelar di desa.
Dengan demikian, setiap pelaksanaan pembangunan di desa merupakan hasil aspirasi semua lapisam masyarakat mulai dari laki-laki dan perempuan sampai pada anak-anak. Hal ini pada gilirannya akan berdampak pada pemerataan pembangunan yang dilaksanakan di masing-masing desa, ucap Puspitasari.
Putu Etik Sumartini, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Kualitas Keluarga Data dan Informasi pada Dinas P3AP2KB Denpasar yang bertindak selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan, pelatihan ini menyasar 50 peserta yang terdiri atas perempuan yang berasal dari Lembaga Kemasyarakatan Desa di Kota Denpasar.
Kegiatan ini bertujuan agar para peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam hal kepemimpinan dan public speaking, sehingga dapat memahami peran strategisnya di tingkat desa atau tingkat kelurahan, serta tergerak untuk berperan aktif dalam aktivitas kepemimpian perempuan di tingkat desa/kelurahan, ujarnya.
Salah seorang narasumber, Dr I Made Mahadi Sanata SSTP MAP yang menyampaikan materi ‘Strategi Pemimpin Perempuan dalam Melakukan Perubahan di Desa/Kelurahan’, mengatakan bahwa keterlibatan perempuan di semua tahapan pembangunan desa sangat menentukan. Hadirnya perempuan pemimpin di desa juga diharapkan menciptakan pemerintahan desa yang lebih memiliki perspektif jender.
Perempuan desa memiliki peran utama dalam pembangunan desa dan menentukan masa depan desa. Ia mengapresiasi seluruh perempuan kepala desa yang berperan dalam membangun desanya di tengah tantangan dan hambatan yang berbeda-beda. “Kita berharap perempuan desa mampu menyampaikan aspirasi setiap pembangunan di desa,” katanya, mengharapkan. (LE-DP)







