Ditinggal Sembahyang, Rumah Warga di Seraya Tengah Karangasem Ludes Terbakar

Tinggal sebagian temboknya saja yang berdiri setelah rumah warga di Seraya Tengah diamuk si jago merah (Foto: LenteraEsai/Yoga)

Seraya Tengah, LenteraEsai.id – Musibah kebakaran menimpa rumah keluarga Nyoman Mariya di Banjar Dinas Kayuwit, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem pada Rabu (3/5/2023) malam hingga seluruh bagian rangka atas dan seisi bangunan berubah menjadi abu dan arang.

Akibat amuk si jago merah yang berlangsung cukup lama karena hanya berupaya dipadamkan oleh penduduk dengan alat seadanya, membuat bangunan dengan tiga kamar tidur itu tinggal hanya sebagian tembok batakonya saja yang kini masih berdiri.

Bacaan Lainnya

Sementara bagian atap rumah yang terdiri atas lembaran-lembaran seng, berhamburan ke permukaan tanah setelah bagian kerangka bangunan yang terbuat dari kayu seluruhnya hangus menjadi abu dan arang.

Menurut beberapa warga setempat, api pertama kali terlihat berkobar di tengah kegelapan malam sekitar pukul 20.00 Wita, di mana ketika itu rumah dalam kewadaan kosong ditinggal pergi penghuninya untuk bersembahkan di pura keluarga di ‘karang wayah’, berkenaan dengan rahina Buda Wage Kelawu.

“Pada saat kebakaran Pak Mariya bersama keluarga tidak berada di rumah. Sekeluarga sedang melakukan persembahyangan ke pura keluarga,” ujar saksi mata yang mengaku malam itu langsung menghubungi keluarga Mariya melalui telepon seluler.

Mariya yang mendapatkan informasi, tiba di rumah menemukan kobaran api sedang menyala besar. “Sampai di rumah saya sudah mendapatkan keadaan rumah yang terbakar. Keluarga dan tetangga ramai membantu memadamkan api,” ujar Mariya, lirih.

Bangunan rumah yang berada jauh di daerah perbukitan, tidak memungkinkan untuk mobil pemadam kebakaran dapat diterjunkan ke lokasi musibah. Sehingga hanya mengandalkan bantuan warga sekitar dengan alat seadanya untuk memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00 Wita, setelah sekitar dua jam melahap seisi bangunan.

Dalam kejadian yang belum diketahui asal mula percikan api yang kemudian menjadi besar itu, tidak disebutkan ada korban jiwa maupun luka-luka, sementara kerugian yang ditimbulkan diperkirakan sekitar Rp60 juta dengan kondisi rumah dan harta benda yang habis terbakar.

“Berkas-berkas atau surat penting sekeluarga, pakain, uang tunia, pehiasan, alat elektronik, semuanya habis terbakar. Tak ada yang bisa diselamatkan,” ucap Mariya dengan sorot mata menerawang jauh.

Melihat di lokasi kejadian, Mariya dan keluarga kini nampaknya sangat membutuhkan pakaian ganti selain yang melekat di badan, kasur, selimut, dan tentunya bahan makanan, ujar sejumlah warga sekitar dengan mimik wajah penuh keprihatinan. (LE-Yog)

Pos terkait