Pj Bupati Buleleng: Jaga Kelestarian Pura Perlu Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana meresmikan areal parkir Pura Agung Pulaki bersama dengan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. (Foto: Humas Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyatakan, kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian pura. Termasuk kelestarian dari Kahyangan Jagat Pura Agung Pulaki.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perlu kerja sama dan kolaborasi dari seluruh elemen,” ujar Pj Bupati Lihadnyana bersama dengan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna saat meresmikan areal parkir Pura Agung Pulaki di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Kamis (4/5/2023).

Bacaan Lainnya

Lihadnyana menjelaskan, selain memiliki alam yang indah dengan adat dan tradisi yang unik, Kabupaten Buleleng juga memiliki Pura Kahyangan Jagat. Pura tersebut didatangi oleh pemedek atau masyarakat dari seluruh Bali dan luar Bali. Pura Kahyangan Jagat di Kabupaten Buleleng juga dijadikan tujuan untuk melangsungkan tirta yatra atau perjalanan spiritual ke pura-pura di sejumlah daerah.

Salah satunya adalah Pura Agung Pulaki. Pura yang letaknya di pesisir pantai Kecamatan Gerokgak, dibangun atas dasar perpaduan antara daerah pegunungan dan perairan laut. Sehingga tata letak, struktur dan lingkungan Pura Agung Pulaki ini ditemukan unsur segara (laut) dan gunung atau bukit yang menyatu.

“Hal ini adalah sebuah anugerah dan keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang sangatlah luar biasa,” kata Lihadnyana mengagumi keberadaan pura.

Kabupaten Buleleng memiliki daya tarik luar biasa anugerah dari keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang wajib dijaga dan dilestarikan keberadaanya. Dalam rangka menjaga dan melestarikan keberadaan tempat suci agama Hindu ini, sangatlah perlu kerja sama dan kolaborasi antarsemua elemen masyarakat.

“Dari tingkat paling bawah sampai atas. Selain itu juga, peran adat serta kekompakan masyarakat adat di wilayah Pura Agung Pulaki ini sangat diperlukan dalam menjaga dan melestarikan pura ini,” ujar Lihadnyana, menandaskan.

Lihadnyana menambahkan kenyamanan dari para umat yang hadir melakukan persembahyangan di Pura Agung Pulaki juga perlu diperhatikan. Kenyamanan tersebut akan tercipta jika keamanan dan ketertiban terjamin. Kebersihan di lokasi pura yang baik dan juga fasilitas pura yang mendukung. Salah satunya dengan fasilitas parkir yang bagus dan bersih, termasuk pavingisasi yang telah dilakukan.

“Oleh karena itu, saya harapkan fasilitas ini dijaga baik. Tentunya untuk memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat dalam melaksanakan aktivitas persembahyangan di Pura Agung Pulaki. Saya yakin dengan kerja sama, kekompakan dan kolaborasi yang baik akan dapat menjaga dan melestarikan apa yang telah dianugerahkan kepada kita semua serta memberikan kenyamanan bagi kita semua,” ucapnya, penuh semangat.

Lahan parkir Pura Agung Pulaki memiliki luas 16 are. Dari jumlah tersebut, setengahnya dipaving dengan menggunakan dana sebesar Rp200 juta yang berasal dari hibah Bupati Buleleng APBD Induk tahun 2023. Pengerjaan paving ini mulai berlangsung bulan Maret 2023 lalu. Setengahnya lagi akan dirabat beton.

“Sisanya akan dirabat beton dengan menggunakan dana swadaya atau punia (sumbangan) dari masyarakat yang melakukan persembahyangan di sini,” ucap Jro Nyoman Bagiarta selaku Klian (Ketua) Ageng Pura Agung Pulaki lan Pesanakan Ida. (LE-Nom)

Pos terkait