Bangli, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Bangli mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar kegiatan jalan santai yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, di kawasan utara Alun-Alun Bangli, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, Sekretaris Daerah I Dewa Bagus Riana Putra, pimpinan perangkat daerah, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Kehadiran seluruh unsur pemerintahan mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Peserta memulai perjalanan dari depan Patung Anak Agung Gede Anom Muditha, menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Bangli, sebelum kembali ke titik awal. Sepanjang rute, suasana penuh keakraban dan semangat nasionalisme terlihat dari antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, mengatakan jalan santai menjadi pembuka dari berbagai agenda yang telah disiapkan pemerintah daerah dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Jalan santai ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh stakeholder dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan telah dijadwalkan hingga pertengahan Agustus. Lomba gerak jalan kreasi akan digelar pada 12 Agustus, kemudian berbagai perlombaan berlangsung pada 13 hingga 15 Agustus. Sementara itu, pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dijadwalkan pada 16 Agustus sebagai bagian dari persiapan upacara peringatan detik-detik Proklamasi.
Puncak rangkaian kegiatan akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 melalui upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang menjadi agenda utama peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bangli.
Menurut Sekda, makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Semangat perjuangan para pahlawan harus diwujudkan melalui kerja nyata, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta kontribusi dalam pembangunan daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian, menjaga persatuan, menghargai jasa para pahlawan, serta bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa melalui pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan nasionalisme semakin menguat di tengah masyarakat sehingga menjadi fondasi dalam mendukung kemajuan Kabupaten Bangli dan Indonesia. (LE-003)







