Badung, LenteraEsai.id – Politeknik Negeri Bali (PNB) menjadi tuan rumah The 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty (EEEU26) yang berlangsung 23–25 September 2026 di Kampus PNB, Bukit Jimbaran, Badung.
Konferensi internasional ini diselenggarakan Program Doktor (S3) Bisnis Pariwisata PNB bersama International Research Center for Higher Education and Business Cooperation (IRCHEBC). PNB bertindak sebagai organizing partner dengan melibatkan komite ilmiah internasional dari lebih dari 25 negara.
Direktur PNB I Dewa Made Cipta Santosa mengatakan, EEEU 2026 diikuti sekitar 150 peserta dari dalam dan luar negeri. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, antara lain profesor, peneliti, pimpinan perguruan tinggi, pejabat pemerintah, pembuat kebijakan, eksekutif bisnis, entrepreneur, investor, profesional pariwisata dan perhotelan, serta mahasiswa pascasarjana.
Menurutnya, konferensi tersebut mengangkat isu ketahanan ekonomi dan transformasi bisnis di tengah berbagai perubahan global. Sejumlah tantangan yang dibahas meliputi disrupsi teknologi, pergeseran geopolitik, perubahan perilaku konsumen, hingga meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
“Melalui forum ini, EEEU 2026 menjadi ruang pertemuan antara perspektif akademik dan praktik bisnis,” ujar Dewa Made Cipta.
Ia mengatakan, forum tersebut memungkinkan akademisi, pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya bertukar gagasan mengenai strategi menghadapi ketidakpastian sekaligus mengembangkan peluang ekonomi baru.
“Sejumlah topik utama yang dibahas meliputi Entrepreneurship and Economic Development, Innovation and Emerging Technologies, Tourism and Hospitality, Sustainable Economic Development, Digital Transformation, serta Business Innovation and Startups,” katanya.
Jangkauan internasional konferensi tercermin dari keterlibatan pembicara dan anggota komite ilmiah dari berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Afrika Selatan, Slovakia, Spanyol, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan Peru.
Sementara itu, Committee Chair of Partner HOST Made Herry Erika Sedana, S.E., M.Tr.Par., M.Sc. mengatakan penyelenggaraan EEEU 2026 menjadi langkah penting bagi institusi pendidikan vokasi di Bali, khususnya PNB, dalam meningkatkan eksistensi di tingkat internasional.
Menurutnya, konferensi yang melibatkan peserta dari 42 negara tersebut menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam merespons berbagai persoalan global. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat international visibility, research impact, dan reputasi institusi dalam ekosistem pendidikan tinggi global.
“Target kami bukan hanya menghadirkan konferensi berkelas dunia, tetapi menciptakan legacy yang terukur bagi masyarakat, memperluas jejaring penelitian internasional, meningkatkan kualitas dan sitasi publikasi, serta memperkuat positioning perguruan tinggi pada pemeringkatan global,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan PNB dalam forum internasional diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi penelitian, publikasi, dan pengembangan jejaring akademik dengan perguruan tinggi maupun institusi internasional.
“Perguruan tinggi di Bali bisa maju lebih kencang,” katanya.
Dengan mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara, EEEU 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan di bidang kewirausahaan, inovasi, ekonomi berkelanjutan, serta transformasi bisnis. (LE-ViV)







