Pontianak, LenteraEsai.id – Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memerintahkan Satgas Pamtas RI-Malaysia memperketat pengawasan di jalur tikus Kalimantan Barat untuk mencegah penyelundupan barang ilegal, narkotika, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Perketat pengawasan di jalur tikus, antisipasi pelintas batas ilegal, serta tingkatkan deteksi dini terhadap penyelundupan narkotika dan TPPO,” kata Novi saat memimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas dari Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani di Aula Sudirman Makodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Senin.
Kedua satuan tersebut resmi menggantikan satgas sebelumnya untuk melaksanakan pengamanan di sektor barat dan sektor timur perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.
Novi mengatakan jalur tidak resmi di kawasan perbatasan masih menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal lintas negara.
Karena itu, ia menegaskan tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga patok perbatasan, tetapi juga memastikan keamanan wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
Selain menjalankan tugas pengamanan, prajurit juga diminta aktif melaksanakan pembinaan teritorial dan memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Pangdam mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, antara lain keterbatasan alat deteksi narkotika, kondisi kendaraan operasional yang mulai menua, serta minimnya infrastruktur dasar seperti jaringan komunikasi, listrik, dan air bersih di sejumlah pos perbatasan.
Meski demikian, ia meminta seluruh personel segera beradaptasi dengan wilayah penugasan, memahami karakteristik dan budaya masyarakat setempat, serta tetap berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
“Tugas operasi pengamanan perbatasan merupakan kehormatan dan kepercayaan negara. Jaga nama baik satuan dan negara dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan personel dan materiil selama penugasan serta memastikan proses serah terima pos berjalan baik agar operasi pengamanan berlangsung optimal.
Dengan penugasan tersebut, Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani resmi menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kalimantan Barat. (LE)
Source: ANTARA







