Denpasar, LenteraEsai.id – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang merupakan legislator asal Bali mengusulkan agar rute Tol Gilimanuk-Mengwi yang sedang diproses Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Kementerian Pekerjaan Umum diubah rutenya sampai melewati Bali bagian utara..
“Tol Gilimanuk-Mengwi sebenarnya saya sudah beberapa kali ngomong, jalur tol Gilimanuk itu semakin memperparah kondisi Bali Selatan, harusnya rute Seririt kemudian Soka,” kata Sumarjaya di Denpasar, Kamis.
Jika saat ini trase (jalur) diarahkan hanya melalui Gilimanuk Jembrana-Tabanan bagian barat dan tengah – Badung utara maka pada akhirnya orang yang menggunakan jasa tol akan datang ke Bali hanya untuk berkunjung ke Denpasar dan Badung.
Sementara rute usulan Gde Sumarjaya akan membawa pengunjung jalur darat dari Gilimanuk Jembrana ke Buleleng atau Bali Utara kemudian turun lagi ke Pantai Soka perbatasan Jembrana dan Tabanan, baru kemudian menuju Mengwi.
Menurut dia, dengan rute Tol Gilimanuk-Mengwi yang seperti ini akan membuat hadirnya pintu-pintu keluar tambahan yang berpotensi membuat pengunjung berwisata ke sana sebelum tiba di kota.
“Jadi jalurnya itu dibelokkan dulu ke utara ke Seririt, kemudian di antara Jembrana dan itu ada namanya Pantai Soka, artinya ini yang mau ke kota, ke Bedugul atau ke mana ke utara dulu,” ujarnya.
“Nanti bus-bus itu yang mau ke Kintamani atau Bedugul juga akan lebih dekat, dia akan lewat tol situ, kemudian di Denpasar dan Badung beban lalu lintasnya akan berkurang, di daerah utara hidup ekonominya, sampai ke Timur Amed,” sambung anggota DPR RI lima periode itu.
Disinggung soal beratnya beban anggaran pembebasan lahan apabila rute tol itu diubah menjadi lebih jauh, politisi Partai Golkar itu berpendapat investor yang hendak membiayai tidak akan menolak.
Sebab rute baru ini akan menghasilkan jalur-jalur keluar tol yang baru dan beragam, dan investor akan untung karena nantinya ada banyak peluang keluar masuk.
“Kalau itu terjadi lebih banyak investor yang mau karena ada keluaran-keluaran yang menjadi dagingnya menjadi keuntungan dia untuk menutupi investasi di jalannya,” ucapnya.
Selain itu, anggota dewan ini memandang masyarakat di sekitar juga akan terdampak, harga tanah berpotensi meningkat sehingga mampu menyelesaikan masalah ketimpangan di Bali.
Gde Sumarjaya mengatakan usulan tersebut juga sudah disampaikan kepada Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dan Pemprov Bali.
Dia juga menyodorkan penelitian lama yang pernah mengulas rute ini dan kini sedang dikaji pemerintah. (LE)
Source: ANTARA







