Semarang, LenteraEsai.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, meninjau langsung pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit Hermina Banyumanik, Semarang, pada Sabtu (19/4). Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN berjalan optimal, sekaligus mendorong transformasi mutu layanan.
Dalam tinjauannya, Ghufron memeriksa alur pelayanan peserta JKN, mulai dari proses administrasi hingga pelayanan medis. Ia mengapresiasi penerapan antrean online yang telah dimanfaatkan secara maksimal oleh rumah sakit dan peserta.
“RS Hermina Banyumanik sangat luar biasa. Delapan puluh persen pasiennya merupakan peserta JKN, dan pelayanan tetap dibuka hingga pukul sembilan malam untuk memastikan seluruh peserta terlayani dengan baik,” ujar Ghufron.
Ia menambahkan, rumah sakit tersebut telah memenuhi standar pelayanan yang mudah, cepat, dan setara. Para petugas juga dinilai berdedikasi tinggi, bahkan bersedia mengedukasi peserta dalam menggunakan Aplikasi Mobile JKN.
“Petugas dengan sabar mengajarkan peserta untuk memanfaatkan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN. Ini bentuk nyata dari pelayanan yang penuh empati,” tambahnya.
Ghufron juga menekankan pentingnya pemanfaatan fitur-fitur digital dalam aplikasi, seperti antrean online, konsultasi dokter, skrining riwayat kesehatan, informasi ketersediaan tempat tidur, jadwal tindakan operasi, serta riwayat pelayanan melalui fitur i-Care dan penilaian layanan lewat fitur KESSAN.
Selain digitalisasi, RS Hermina Banyumanik juga menyediakan loket informasi dan pengaduan yang dikelola oleh Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP). Peserta JKN juga dapat mengakses layanan bantuan melalui BPJS SATU, Care Center 165, serta layanan administrasi via WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165.
“Saya berharap RS Hermina Banyumanik terus berkomitmen dan bersinergi dengan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN,” kata Ghufron.
Direktur RS Hermina Banyumanik, Ong Felin Sinaga, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program JKN, khususnya dalam hal digitalisasi layanan.
“Kami terus mengoptimalkan penggunaan antrean online. Peserta yang telah mengambil antrean secara digital cukup melakukan check-in saat tiba, tanpa perlu antre panjang,” jelas Felin.
Ia juga menyampaikan bahwa rumah sakit telah menerapkan sistem identifikasi peserta melalui fingerprint dan face recognition untuk mempercepat proses pendaftaran dan meningkatkan akurasi data.
“Pengenalan wajah sangat membantu dalam menghindari penyalahgunaan kartu dan pemalsuan data peserta. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan efisiensi layanan dan kepuasan peserta JKN,” tutupnya. (LE-Vivi)







