Agam, LenteraEsai.id – Sebanyak 11 pendaki ditemukan telah meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi yang bagian kaki-kakinya bercokol di dua kabupaten, yakni Agam dan Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Korban yang meninggal dunia sebanyak itu ditemukan tersebar di bagian puncak dan lereng atas Gunung Marapi yang tiba-tiba meletus dahsyat dengan memancarkan abu vulkanik bercampur bebatuan pada Minggu (3/12/2023) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Petugas pada Posko PBBD Kabupaten Agam, Senin (4/12) siang mengatakan, sebanyak 11 pendaki yang ditemukan telah menjadi mayat itu, jenazahnya kini masih dalam upaya evakuasi tim SAR gabungan dari kawasan puncak gunung menuju jalan raya terdekat di bagian kaki gunung.
Selain menemukan sebelas jenazah, tim SAR gabungan juga menemukan 28 pendaki lainnya dalam keadaaan selamat, ujar petugas dengan mengungkapkan bahwa angka pendaki yang sempat dinyatakan hilang masih simpang siur. Sebelumnya sempat dilaporkan 47 orang, kini membengkak menjadi 75 pendaki.
Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada ‘update’ terakhir, menyebutkan bahwa total pendaki yang dilaporkan hilang sebanyak 75 orang, dengan rincian 54 pendaki berangkat ke puncak gunung lewat pintu masuk Batu Palano di Kabupaten Agam, serta 21 pendaki lainnya lewat pintu nasuk Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar.
Dari pendaki sebanyak itu, 11 ditemukan meninggal dunia dan 28 ditemukan selamat, di mana 19 di antaranya telah dipulangkan ke rumahnya, dan sisanya yang mengalami luka-luka oleh tim SAR gabungan dibawa ke fasilitas medis untuk perawatan, yakni ke RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dan RSUD Padang Panjang.
Petugas belum dapat menyebutkan identitas para pendaki yang ditemukan telah menjadi mayat karena masih harus dilakukan identifikasi, demikian juga mengenai sebab-sebab mereka menghembuskan napas yang terakhir. Sementara pendaki yang masih dinyatakan hilang, terus dalam upaya pencarian tim SAR gabungan.
“Erupsi masih terjadi dan upaya pencarian masih kami lakukan bersama tim gabungan,” kata Ade Setiawan Putra, anggota Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Agam, saat dihubungi melalui saluran telepon.
Tim BPBD Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam terus memonitor perkembangan erupsi Gunung Marapi di lokasi guna melakukan tindakan cepat dalam penanganan evakuasi warga apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik yang lebih besar.
Pihak BPBD juga mengimbau kepada masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 3 kilometer dari puncak atau kawah gunung. Selain itu masyarakat diingatkan untuk memakai masker, topi, dan kacamata ketika beraktivias di luar ruangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum bisa diverifikasi kebenarannya.
Terkait dengan aktivitas vulkaniknya, PVMBG masih menetapkan gunung berapi setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu pada status ‘Level II’ atau ‘Waspada’.
Pewarta: Ealsya/Vika Jantika
Redaktur: Yanes Setat







