Patut Dipuji, Pramuka Buleleng Luncurkan Program Bumbung Kemanusiaan

Suasana peluncuran program Bumbung Kemanusiaan Pramuka Peduli oleh Kakwarda Gerakan Pramuka Buleleng Gede Suyasa. (Foto; dok Kwarda Buleleng)

Singaraja, LenteraEsai.id – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Buleleng meluncurkan program Bumbung Kemanusiaan Pramuka Peduli yang dimaksudkan untuk dapat ambil bagian dalam urusan yang menyangkut kemanusiaan di masyarakat.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, di sela-sela kegiatan Sosialisasi Pakaian Pramuka, Lambang Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali dan Pusat Data Kepramukaan Bali, bertempat di GOR Buana Patra Singaraja, Rabu (28/6/2023).

Bacaan Lainnya

Ditemui usai membuka sosialisasi yang dirangkaian dengan peluncuran program Bumbung Kemanusiaan itu, Gede Suyasa mengatakan, selama ini Gerakan Pramuka memang sangat dekat dengan urusan-urusan kemanusiaan. Gerakan Pramuka juga memiliki Pramuka Peduli. Dalam hal kebencanaan, Gerakan Pramuka memiliki Pramuka Tanggap Bencana, termasuk saat pandemi Covid-19, Gerakan Pramuka memiliki satuan tugas khusus.

“Kita sangat fokus dalam hal itu. Apalagi di masa pandemi lalu yang memerlukan gotong royong dan kerja bersama seluruh pihak,” ucapnya, menjelaskan.

Saat ini, lanjut dia, ketika masuk ke endemi, fokusnya adalah membantu masyarakat yang masih berada dalam garis kemiskinan. Terlebih lagi, masih adanya kemiskinan ekstrem di Buleleng. Pemerintah daerah sendiri sudah akan menyelesaikan permasalahan kemiskinan ekstrem tersebut. Tetapi di luar itu, masih saja ada masyarakat miskin yang belum mendapat perhatian.

Seperti yang sudah dilakukan, Gerakan Pramuka Buleleng masuk membantu dengan partisipasi tenaga dalam bedah rumah. Di sisi lain, Gerakan Pramuka Buleleng juga ingin mengambil salah satu atau dua bedah rumah untuk dibantu pembiayaannya.

“Dananya dari sumbangsih para anggota dalam Bumbung Kemanusiaan ini. Walaupun jumlah sumbangannya tidak begitu besar, namun dengan jumlah anggota yang cukup besar di Buleleng, tentunya akan bisa menjawab kebutuhan biaya rehab rumah bagi masyarakat miskin,” ujar Suyasa.

Suyasa menambahkan, Gerakan Pramuka Buleleng akan mengembangkan usaha-usaha untuk bisa mendapatkan dana dalam hal pembiayaan kegiatan-kegiatan. Termasuk biaya untuk kedatangan narasumber dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka guna menjelaskan standarisasi pakaian Pramuka.

Unit-unit yang akan dikebangkan, nantinya diharapkan dapat membantu aneka pembiayaan kegiatan Gerakan Pramuka, khususnya di Kabupaten Buleleng. “Kami pun akan mengaktifan kembali unit-unit usaha yang juga didorong oleh Kwarnas,” ucapnya, penuh semangat.

Dengan demikian, pada gilirannya bisa mendapatkan keuntungan untuk selanjutnya dikembalikan ke Gerakan Pramuka itu sendiri. “Harapannya ke depan, Gerakan Pramuka makin lama makin mandiri. Dengan begitu bisa beraktivitas lebih banyak dari yang saat ini dilakukan,” kata pria yang mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng itu.

Pada saat peluncuran, Bumbung Kemanusiaan telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp6,3 juta yang merupakan sumbangsih dari para anggota Pramuka Buleleng yang menghadiri kegiatan sosialisasi kali ini. Beberapa kalangan menilai, program ini patut dipuji, bahkan bila memungkinkan dapat diketoktularkan ke berbagai daerah. (LE/Nom)

Pos terkait