Krama Desa Jempeng Lakukan Atur Piuning, Dirangkai Dharma Wacana Mengenai Upacara Ngenteg Linggih

Ida Pandita Mpu didampingi Jero Mangku dan tokoh adat lainnya, memberi dharma wecana kepada krama Desa Adat Jempeng. (Foto: LenteraEsai/I Made Astra)

Badung, LenteraEsai.id – Sehubungan dengan akan dilangsungkannya Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah, Mapeselang, Mapedanan lan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Desa Adat Jempeng, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung pada Agustus 2023 mendatang, masyarakat desa adat setempat melaksanakan upacara matur piuning (pemberitahuan).

Upacara matur piuning yang dipimpin Ida Pandita Mpu Putera Parama Daksa dari Geria Agung Bangkasa itu dilaksanakan krama di Pura Dalem Desa Adat Jempeng pada Kamis (4/5/2023) bertepatan dengan rahina Purnama Jesta.

Bacaan Lainnya

Usai upacara matur piuning, dilanjutkan dengan dharma wecana dengan materi mengenai ‘Yasa Kerti Upacara Ngenteg Linggih’ yang akan diselenggarakan tiga bulan mendatang itu.

Ida Pandita Empu Putera Parama Daksa mengungkapkan, upacara Ngenteg Linggih merupakan tingkatan upacara utama (besar). Maka dari itu untuk menyukseskannya diperlukan yasa kerti (dukungan sekala dan niskala) seluruh krama Desa Adat Jempeng. Yakni berupa pikiran, perkataan, perbuatan yang baik. Bersatu padu, bahu-membahu dalam menyiapkan segala sesuatu menyangkut pelaksanaan upacara, seperti menyiapkan upakara (banten) dan eteh-etehnya (perlengkapannya).

“Dalam menyiapkan sarana banten dan perlengkapannya, harus dengan pikiran, kata-kata dan perbuatan yang baik. Tidak boleh dengkak-dengkik, berkata-kata kasar saat menyiapkan upakara,” ujar Ida Pandita Mpu, yang dalam wacananya tak jarang diselingi banyolan, sehingga warga tak sampai dilanda kantuk dalam menyimaknya.

Dikatakan, krama yang masuk ke areal suci (pura) mesti berbusana yang sopan. Krama yang sedang kecuntakan (leteh) karena datang bulan, hamil belum melakukan upacara pawiwahan dan kematian, tidak boleh masuk ke areal suci. Bukan hanya itu, orang mengidap gangguan jiwa juga tidak boleh masuk kawasan suci untuk menjaga kawasan suci dan kesucian upacara yang dilangsungkan.

Dharma wecana Ida Pandita Mpu Putera Perama Daksa, diikuti secara seksama oleh krama Desa Adat Jempeng. Sekali-kali berderai tawa dari krama, karena intermezo yang diramu Ida Pandita Mpu dalam materi dharma wecananya, begitu banyak yang memikat pendengarnya hingga timbul tawa riang yang membahana. (LE/Ima)

Pos terkait