Denpasar, LenteraEsai.id – Wenny Aliningrum (40), penduduk wilayah Kertalangu-Kesiman, Kota Denpasar, yang dikenal sebagai seorang wanita pencinta satwa, kini tengah dilanda kerisauan dan kegundahan yang mendalam.
Masalahnya, rumah yang selama ini dipakai tempat tinggal Wenny Aliningrum dan keluarga berikut puluhan ekor satwa piaraannya, adalah rumah yang sebentar lagi habis masa kontrakannya. Untuk diketahui, nyaris seluruh binatang yang dipeliharanya itu merupakan satwa terlantar yang Wenny pungut di berbagai tempat.
Sehari-hari, yakni sejak tahun 2020 lalu, Wenny dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan di daerah Kertalangu-Kesiman. Menariknya, di tempat tinggal itu pula Wenny ‘memondokkan’ sebanyak 70 ekor anjing dan 8 kucing yang telah dipeliharanya selama bertahun-tahun.
Untuk menopang perekonomian, Wenny mencari nafkah dengan berjualan produk secara online, sedang suaminya menjadi sopir taksi. Pasangan suami istri ini bahu-membahu mengurus rumah tangga, serta dengan penuh kasih sayang selalu merawat puluhan anjing yang berjubel memenuhi hampir setiap ruangan di rumah kontrakan yang mereka tempati.
Malangnya, sebentar lagi rumah itu habis masa kontraknya dan si pemilik rumah tidak mengizinkan Wenny untuk memperpanjang sewa. Hal ini membuat Wenny pusing tujuh keliling dikarenakan untuk mencari rumah kontrakan baru yang bisa menampung keluarga dan 78 ekor satwa, tentu bukan masalah yang gampang.
“Akhirnya setelah berupaya mencari rumah kontrakan baru dan tidak kunjung ketemu yang sesuai, saya pun memutuskan harus membangun shelter untuk puluhan anjing ini. Saya kemudian menemukan tanah kontrakan di Jimbaran, Kabupaten Badung. Namun yang menjadi masalah, saya terkendala biaya membangun shelter yang kira-kira perlu dana Rp70 juta-an, dan kami harus segera meninggalkan rumah kontrakan yang sebentar lagi habis waktunya,” ujar Wenny mencurahkan kesedihan pada media LenteraEsai di Denpasar, Sabtu (29/4/2023) siang.
Selama ini, lanjut Wenny, untuk biaya pakan satwa dan membayar staf, dibantu oleh sejumlah donatur. “Kalau untuk biaya bangun shelter, kan tidak mungkin membebankan pada donatur yang sudah suka rela memberikan biaya pakan setiap bulan. Inilah bingungnya, sementara masa sewa rumah kontrakan habis Mei mendatang, tapi dana belum cukup untuk membangun shelter,” ujar Wenny sambil geleng-geleng kepala.
Kepada warga yang terketuk hatinya, Wenny memohon bantuan finansial untuk membangun shelter demi menyelamatkan 70 ekor anjing dan 8 kucing, supaya dapat hidup dengan layak. “Donasi dapat ditransfer ke nomor rekening BCA 01532.732.75 atas nama Wenny Aliningrum, atau bisa menghubungi no telp saya: 0895.4133.13584. Terima kasih sebelumnya, semoga Tuhan membahas kebaikan Bapak/Ibu yang berdonasi untuk menyelamatkan satwa yang semula terlantar, agar mendapat rumah tinggal yang layak,” kata Wenny mengakhiri pembicaraan. (LE-DP)







