judul gambar
AdvertorialHeadlinesKarangasem

Penyesuaian Tarif Air Minum di Karangasem Sesuai Dengan Peraturan Menteri

Amlapura, LenteraEsai.id – Perumda Tirta Tohlangkir atau PDAM Karangasem telah melakukan penyesuaian tarif air minum bagi para pelanggan di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.
Di mana penyesuaian tarif tersebut dilakukan sesuai dengan Keputusan Gunernur Bali Nomor: 826/01-C/HK/2021 tentang basaran tarif batas atas dan besaran tarif batas bawah untuk air minum PDAM.
Selain itu, penyesuaian juga berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 tentang sistem penyediaan air minum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum, sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Tohlangkir I Komang Hariadi Parwata, kepada pers di Amlapura, Senin (20/2/2023). Menurutnya, aturan-aturan tersebut yang menjadi dasar pihaknya melakukan penyesuaian tatif. Apalagi, penyesuaian harusnya dilakukan dari tahun 2020 lalu.
Akan tetapi, saat itu Perumda memilih untuk mempertahankan karena masa pandemi Covid-19. “Kami dua kali diperingatkan BPKP Perwakilan Provinsi Bali. Harusnya kami diwajibkan menyesuaikan tahun 2020, kami belum lakukan itu karena kondisi perekonomian masyarakat masih down saat masa pandemi. Tahun 2021 juga kami diingatkan dan sekarang kami harus lakukan penyesuaian,” ucapnya.
Hariadi menyebutkan, Perumda diingatkan untuk segera menyesuaikan tarif sesuai Permendagri Nomor 71 dan segera melakukan penyesuaian harga karena harga air minum saat ini masih di bawah harga pokok air minum. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesehatan perusahaan.
Selain itu, penyesuaian tarif ini juga, kata dia, karena adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Rp5.150 perliter menjadi Rp 6.800 perliter, sementara untuk jenis dexlite dari Rp9.500 perliter menjadi Rp18.000 perliter. “Disamping itu juga karena tarif listrik juga naik menyebababkan beban listrik perusahaan juga naik 17,46 persen,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut dia, kenaikan tarif juga terjadi pada pemebelian air di kawasan Telaga Waja yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali sesuai perjanjian dengan Dinas PUPR Karangasem. Di mana kenaikannya sebesar 3 persen dari Rp1.200 permeter kubik menjadi Rp1.236 perimeter kubik.
Hal itu membuat kenaikan tarif harus dilakukan. Menurutnya, beban Perumda ke depan bisa lebih berat lagi jika Perumda yang merupakan perusahaan daerah harus mempertahankan tarif yang sama. Selain tugasnya mendapatkan laba untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumda juga harus memberikan pelayanan secara maksimal.
“Jika Perumda terus merugi degan mempertahankan tarif yang sama, sementara beban kami terus naik, kami khawatir akan berimbas pada pelayanan. Jadi mau tidak mau kami harus melakuan penyesuaian sesuai dengan apa yang diatur dalam Permendagri dan Keputusan Gubernur Bali,” ujarnya, menandaskan.  (LE-KR)
Lenteraesai.id