Denpasar, LenteraEsai.id – Setiap tahunnya, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) selalu mengadakan Kegiatan Kuliah Kerja Veteriner (KKV), yang saat ini sudah berada di tahun yang ke-35.
Tahun ini, KKV FKH Unud secara resmi bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan pihak Desa Sebatu yang bersedia dijadikan tempat kegiatan. KKV yang bertajuk ‘Sewagati Anggit Baksya Asasta’ ini merupakan kegiatan wajib penutup bagi mahasiswa baru FKH Unud yang diselenggarakan tiga hari dua malam sejak 24 hingga 26 Januari 2023.
Pada hari pertama Selasa (24/1) lalu, secara resmi dilakukan pembukaan Kegiatan KKV XXXV di Lapangan Banjar Jasan Desa Sebatu, dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Kepala UPTD II Tegallalang Gianyar, Sekretaris Desa Sebatu, para kelian banjar Desa Sebatu, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Informasi dan Kerja Sama FKH Unud, dosen serta koas pendamping.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar Made Santiarka mengungkapkan rasa terima kasihnya karena sudah mau memilih Gianyar sebagai lokasi kegiatan, di mana pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki peran aktif dalam menyelesaikan permasalahan ternak sejak dari hulu hingga ke hilir.
“Untuk teman-teman peserta KKV, saya berarap semua masukan yang diberikan dapat diterapkan, lalu mengikuti kegiatan ini dengan hati yang bahagia agar mendapatkan output yang bahagia juga serta pengalaman yang tidak terlupakan,” kata Dr Drh I Wayan Sudira MSi dalam memberikan sambutan pada pembukaan Kegiatan KKV XXXV. Kegiatan pun resmi dibuka secara simbolik dengan pengalungan nametag pada perwakilan peserta putra dan putri dari Kegiatan KKV.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow dan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Dalam kegiatan ini, menghadirkan tiga narasumber yang sudah disesuaikan dengan minat peserta dan potensi yang ada di Desa Sebatu. Narasumber pertama adalah I Wayan Gina SSos selaku wirausaha dalam Bidang Sumber Daya Air, dilanjutkan dengan I Wayan Suardila selaku perajin Handicraft dan Patung Kayu, dan diakhiri oleh I Nyoman Diana selaku wirausaha dalam Bidang Pariwisata Agrowisata Kopi Luwak. Pada agenda talkshow dan diskusi interaktif ini, pihak desa pun berpesan agar para peserta dalam memaksimalkan waktu yang diberikan untuk mencari tahu dan mendalami potensi-potensi yang ada di Sebatu agar nantinya dikembangkan menjadi suatu gagasan yang dapat diterapkan dalam luaran KKV, yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Kemudian, kegiatan pun dilanjutkan pada hari kedua Rabu (25/1) yang diawali dengan pengecekan barang bawaan dan senam pagi. Kegiatan hari kedua ini dapat dikatakan cukup padat karena peserta akan turun langsung mengunjungi peternak dan masyarakat sekitar untuk melakukan kunjungan ternak dan eksplorasi desa. Kunjungan ternak dan eksplorasi desa diadakan di empat banjar di Desa Sebatu, yaitu Banjar Jati, Banjar Jasan, dan Banjar Tegal Suci, serta Banjar Apuh.
Saat melakukan kunjungan ternak di areal peternak besar yang sudah disiapkan panitia, para peserta dapat turut serta memberikan pakan, membersihkan kandang, memandikan ternak, hingga berdiskusi dengan peternak terkait hal-hal yang ingin diketahui. Tak berhenti di sana, peserta pun turut mengunjungi satu persatu rumah warga untuk melakukan pendataan terkait potensi dan penyakit atau masalah yang ada pada ternak di sana, dimana nantinya data penyakit atau masalah ini dapat dijadikan acuan dalam kegiatan lanjutan dari KKV, yaitu Kegiatan Kerja Sosial Kesehatan Hewan.
“Untukku outbound KKV XXXV bisa dibilang sukses, karena berhasil membuat kita benar-benar merasa seru dan senang,” ungkap Adi Putra Novanolo Waruwu selaku perwakilan gugus 10. Sempat terkendala dengan tidak diijinkannya KKV meminjam beberapa area yang akan dijadikan spot outbound, tidak membuat panitia patah semangat untuk membuat rencana cadangan agar kegiatan outbound tetap dapat berjalan.
Dengan memanfaatkan area lapangan yang ada, terbentuklah lima pos outbound yang diawali dengan pos menara telanjang, pos glow up, pos istirahat, dan pos sarung berjalan, serta pos satu komando. Terlihat para peserta sangat senang dalam permainan-permainan yang ada di setiap pos karena setiap pos memiliki ciri khas masing-masing untuk bahan yang digunakan, mulai dari air, lumpur, dan tepung.
Sebagai penutup hari kedua dan agenda yang selalu ditunggu-tunggu, baik oleh panitia, peserta, maupun alumni FKH Unud. Di malam harinya, diadakan pembakaran api unggun yang dibuka langsung oleh Prof Dr drh I Nyoman Suartha MSi selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, dan dilanjutkan dengan malam keakraban yang menampilkan pentas seni yang sudah disiapkan oleh para peserta dalam kurun waktu dua minggu lamanya. Pentas seni yang ditampilkan pun sangat beragam, mulai dari drama, wayang, pantomim, drama musikal, tarian, dan hal kreativitas lainnya.
“Persiapan kami terbilang singkat. Mulai dari H-5 puncak KKV, kami berdiskusi terkait tema yang akan diangkat, bahan yang akan digunakan, dan terus berlatih hingga tidak disangka ternyata kami menjadi pemenang dalam pentas seni ini. Jujur saja, agenda pentas seni ini adalah agenda favorit saya dari semua agenda yang ada,” ungkap Muhammad Fadly selaku Ketua Gugus 1 yang memenangkan kategori pentas seni terbaik.
Selanjutnya, pada Kamis (26/01) yang merupakan hari terakhir sekaligus penutupan KKV XXXV, diawali dengan gotong royong dan cleaning area sekitar. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, baik panitia, peserta, maupun dosen dan koas pendamping tahun ini. Ekspresi bahagia pun terpancarkan dari wajah para peserta. Bahkan, menurut Nolan salah seorang peserta berpendapat bahwa kegiatan KKV kali ini nyaris sempurna. Kegiatan pun diakhiri dengan sambutan-sambutan dan ucapan terima kasih dari pihak desa dan dosen yang dalam hal ini diwakili oleh Drh I Wayan Sukernayasa MSi.
“Apabila dalam pelaksanaan KKV ini terdapat kesalahan, semoga dimaafkan. Kemudian, kegiatan FKH tidak berakhir di KKV ini dan tentu saja nantinya kita akan mengupayakan kegiatan lain di desa ini, seperti kersos agar kita semua lebih mencintai profesi dokter hewan,” ujar Drh I Wayan Sukernayasa MSi saat memberikan sambutan dan menutup kegiatan. (LE-AS)
Sumber: http://www.unud.ac.id







