Bendesa Adat Renon Pastikan Wilayahnya Aman Usai Gesekan Antara Mahasiswa Papua Dengan Masyarakat

Jero Bendesa Adat Renon I Wayan Suarta memberi keterangan adanya gesekan antara mahasiswa asal Papua dengan masyarakat (Foto: Dok Humas Polresta Denpasar)

Denpasar, LenteraEsai.id – Jero Bendesa Adat Renon I Wayan Suarta menanggapi terkait adanya gesekan antara mahasiswa asal Papua dengan kelompok masyarakat yang terjadi di Jalan Tukas Yeh Aya IX Denpasar pada Rabu (16/11/2022) siang. Dirinya memastikan sampai saat ini situasi di wilayahnya aman dan kondusif.

“Kami sebagai pimpinan Desa Adat Renon memastikan apa yang terjadi tadi, saat ini situasinya sudah aman dan terkendali, “ ucapnya kepada media massa pada Rabu (16/11) sore.

Bacaan Lainnya

Wayan Suarta juga memastikan akan bertanggung jawab dengan keamanan dan memberikan perlindungan terhadap mahasiswa asal Papua yang ada di wilayah Desa Adat Renon, Kota Denpasar.

“Kami terbuka terhadap siapapun yang datang ke wilayah kami dan tinggal di wilayah Desa Adat Renon, dan kami berkomitmen untuk menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib (kepolisian) untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Bersama aparat desa pihak bendesa adat juga sudah melakukan mediasi dengan kedua belah pihak serta memberikan imbauan kepada warga khususnya di Desa Adat Renon agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang melanggar hukum dan menganggu keamanan.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada aparat yang sudah melakukan pengamanan dan membantu desa adat,” ujur Jero Bendesa yang saat peristiwa tersebut juga menjadi korban, yakni mengalami luka pada kepala karena lemparan batu serta bagian pipi yang terkena pukul. 

Diperoleh keterangan, sejumlah orang yang mengatasnamakan mahasiswa asal Papua, sore itu melakukan aksi unjuk rasa bergerak dari Jalan Tukad Yek Aya. Melihat itu, petugas Pecalang meminta mereka membubarkan diri, karena tidak dapat menunjukkan surat izin berunjuk rasa dari pihak kepolisian.

Emtah bagaimana, antara Pecalang yang dibantu warga dengan para mahasiswa kemudian malah terjadi ketegangan yang berujung bentrokan fisik dan saling lempar batu antarmereka.  (LE-BD)

di

Pos terkait