Prodi Spesialis Bedah Saraf FK Unud Selenggarakan Pelatihan ‘Basic Neurosurgical Skill Course 2022’

Kegiatan pelatihan 'Basic Neurosurgical Skill Course (BNSC) 2022' yang bertempat di Aesculap Academy BiTDeC Bali International Training & Development Center (Foto: Dok Universitas Udayana)

Badung, LenteraEsai.id – Dalam rangka melanjutkan pengembangan keterampilan bedah dasar di bidang bedah saraf, Program Studi Spesialis Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan pelatihan ‘Basic Neurosurgical Skill Course (BNSC) 2022’ bertempat di Aesculap Academy BiTDeC Bali International Training & Development Center pada 5-6 November 2022.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia BNSC 2022, dr Dewa Putu Wisnu Wardhana SpBS(K) FICS, dilanjutkan sambutan dari Chef De Clinique Program Studi Spesialis Bedah Saraf FK Unud Prof Dr dr Sri Maliawan SpBS(K), dan sambutan Dekan FK Unud yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Dr dr I Gede Eka Wiratnaya SpOT(K).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Dr Eka Wiratnaya mengapresiasi animo para peserta dari berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti pelatihan ini guna mengasah keterampilan dasar di bidang bedah saraf.

Adapun pelatihan ini bertujuan untuk pengenalan teknik dasar bedah saraf serta meningkatkan kemampuan peserta sehingga dapat menunjang dalam pelayanan di bidang bedah saraf. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan daya saing peserta dengan dokter di luar negeri. Kegiatan ini diikuti oleh dokter umum yang berminat di bidang bedah saraf dan dokter residen bedah saraf.

Acara hari pertama dilanjutkan dengan pemaparan materi 4 sesi kemudian praktikum yang dibimbing oleh narasumber yang kompeten di bidang Bedah Saraf. Topik pertama dibawakan oleh dr Dewa Putu Wisnu Wardhana SpBS(K) FICS tentang ‘Craniotomy and Drilling Technique’, dilanjutkan topik kedua oleh Prof Dr dr Sri Maliawan SpBS(K) FICS tentang ‘Endoscopic Third Ventriculostomy’.

Setelah itu acara dilanjutkan oleh Prof Dr dr Tjokorda Gde Bagus Mahadewa MKes SpBS(K) Spinal FICS FINSS yang membawakan topik dengan judul ‘Basic Spine Instrumentation, Placement of Pedicle and Lateral Mass Screw’.

Acara hari kedua juga dibagi menjadi 4 sesi pemaparan materi dan praktikum. Topik pertama dibawakan oleh Prof Dr dr Tjokorda Gde Bagus Mahadewa MKes SpBS(K) Spinal FICS FINSS dengan topik ‘Peripheral Nerve Repair Technique’, dilanjutkan dengan topik kedua oleh Dr dr Nyoman Golden SpBS(K) FICS dengan topik ‘Transsphenoidal Approach’. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian lecture ketiga oleh Dr dr I Wayan Niryana MKes SpBS(K) FICS dengan topik ‘Aneurysm Clipping Technique’ dan lecture keempat oleh dr Made Gemma Daniswara Maliawan MKed Klin SpBS dengan topik ‘Vascular Micro Anastomosis’.

Pada pelaksanaan pelatihan ini, para peserta diperkenalkan dan dilatih cara menggunakan alat-alat operasi bedah saraf yang canggih dan merupakan keluaran terbaru. Selain itu, Program Studi Spesialis Bedah Saraf FK Unud membuat terobosan baru dengan menghadirkan alat bantu Neurosurgical Simulator dari UpSurgeOn yang dipakai pada praktikum “Transsphenoidal Approach” dan “Aneurysm Clipping Technique”. Penggunaan alat dari UpSurgeOn ini memungkinkan peserta pelatihan merasakan seperti layaknya melakukan teknik operasi ini pada pasien sebenarnya. Hal ini merupakan inovasi terbaru dari kegiatan BNSC 2022, dan merupakan kegiatan pertama di Indonesia yang memanfaatkan Neurosurgical Simulator ini.

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan acara penutupan oleh Prof Dr dr Tjokorda Gde Bagus Mahadewa MKes SpBS(K)Spinal FICS FINSS dan sesi foto bersama. Harapannya, pelatihan BNSC ini dapat dijadikan standar pelatihan keterampilan dasar di bidang bedah saraf secara nasional. (LE-BD)

Sumber: www.unud.ac.id 

Pos terkait