Pengamanan Ketat KTT G20 di Perairan Bali Libatkan Kapal Tempur KRI Fatahilah 361 dan 12 KRI Lainnya

Karangasem, LenteraEsai.id – TNI AL menerjunkan 3.000 personel gabungan dari Koarmada I, II dan III serta Pasmar dengan 12 KRI, 3 unit helikopter Panther dan 2 unit helikopter Bell guna Pengamanan (Pam) VVIP Presidensi G20 di Nusa Dua Bali.

Berkaitan dengan itu, pada Rabu (9/11/2022) KRI Fatahillah bersama 12 KRI lainnya melakukan sandar di Dermaga Cruise Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Kapal-kapal ini nantinya akan bertugas mengamankan KTT G20 dengan sangat ketat, terutama pada 15 hingga 17 November mendatang. Di mana tugas pengamanan mereka akan dilaksanakan di wilayah perairan Bali sampai dua hari setelah berakhirnya KTT G20 nanti.

Pengawasan ekstra ketat akan dilakukan di jalur ALKI II. Dengan aturan ALKI sesuai Unclos yakni kanan 25 Nautical Mile dan kiri 25 Nautical Mile. Komandan Kapal KRI Fatahilah 361, Letnan Kolonel Laut Wirasetya Haprabu mengatakan, aturan terkait Lintas ALKI, di mana kapal-kapal yang melintas di jalur ALKI II tersebut harus tetap berada di jalur dan tidak boleh keluar dari jalur.

“Jadi, sepanjang kapal-kapal yang melintas di ALKI II mentaati aturan Unclos, pihaknya tidak akan melakukan pembatasan-pembatasan lainnya. Nanun jika terdapat kapal yang menerobos masuk, maka itu dianggap sebagai ancaman,” ucap Letkol Haprabu.

Setiap kapal yang memasuki jalur ALKI akan dilakukan healing atau terus dimintai informasi terkait tujuan dan lain sebagainya. “Kita akan nyatakan Security, atau kita sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka KTT G20,” katanya, menegaskan.

KRI Fatahilah 361 merupakan jenis kapal Corvet atau kapal perusak yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut dengan awak kapal 82 orang, berat 1.450 ton, panjang 83,85 meter, lebar 11,10 meter, draft 3,30 meter dengan tenaga penggerak 2 shaft, masing-masing 8.000 BHP, di mana kecepatannya bisa mencapai 21 knot.

Kapal tersebut merupakan buatan dari Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda pada 1979. Dan kini sudah banyak mengalami Ugrade teknologi dan persenjataan, sehingga bisa dikatakan daya tempur kapal jenis perusak ini sudah sama dengan kapal modern Command Management System.

Sementara persenjataan modern yang diopeasikan di KRI Fatahilah 361 di antaranya Radar Decca AC 1229, Surface Search, dan sinyal DA 05 serta alat Pemantau Tembakan Sinyal. “Kami akan mengawasi ALKI II, yang berada di dekat perairan Karangasem, di mana jalur pada ALKI II ini merupakan jalur yang cukup padat karena jalur ALKI ini difungsikan untuk pelayaran dari Laut Sulawesi melintasi Selat Makasar, Laut Flores, dan Selat Lombok ke Samudera Hindia, dan sebaliknya,” ujar Haprabu, menjelaskan. (LE-Ami)

Pos terkait