Atasi Kekurangan Guru, Ada Rencana Penggabungan Sekolah yang Muridnya Sedikit di Karangasem

Amlapura, LenteraEsai.id – Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur masih mengalami kekurangan tenaga pendidik untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), yang jumlahnya mencapai 1.050 guru pengajar.

Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Karangasem I Gusti Parnawa di Amlapura, Jumat (4/10/2022) menyebutkan, tenaga pendidik yang kini masih dibutuhkan sebanyak 475 untuk guru SD, dan 575 untuk jenjang SMP.

Bacaan Lainnya

Kekurangan tersebut tentu menjadi perhatian khusus dari pemerintah daerah. Pada beberapa bulan lalu, pengangkatan tenaga pengajar dari yang berstatus honorer atau kontrak ke PPPK atau ASN sudah dilaksanakan, namun jumlah tenaga pengajar masih kurang. “Ya kemarin ada sebanyak 528 guru yang diangkat jadi ASN,” ujarnya, menjelaskan.

Ditanya terkait upaya yang akan dilakukan, Kabid Gusti Parnawa mengatakan bahwa kini masih dalam pembahasan dan belum mencapai keputusan atau kesepakatan final.

“Jika bicara upaya, kami sedang dalam tahap pembahasan ya. Ini rencananya sekolah SD dan SMP akan kami recroping, artinya jika memungkinkan sekolah SD atau SMP yang sedikit mendapat murid akan kita gabung menjadi satu,” katanya.

Namun demikian, hal ini masih dalam pertimbangan. “Kami juga masih memikirkan banyak faktor, seperti letak geografis misalnya. Kan jika jarak sekolah yang digabungkan terlalu jauh antara satu dengan yang lain, kasihan juga murid-muridnya,” ujar Gusti Parnawa.

Sementara Bupati Karangasem Gede Dana saat ditemui di Lapangan Tanah Aron usai melepas peserta Jalan Santai STKIP Agama Hindu Amlapura mengatakan, pihaknya tak tinggal diam dalam mengatasi kekurangan tenaga guru yang selama ini terjadi.

“Memang kendalanya antara lain berupa adanya Surat Edaran dari Kemendikbud, yang menegaskan tidak boleh lagi mengangkat guru kontrak. Tapi karena kita kekurangan, pemerintah juga tidak membiarkan anak-anak kita tidak mendapat pendidikan,” ujarnya.

Tenaga kontrak di tahun 2022 sudah habis anggaran, dan yang lulus pase grade-nya pun hanya sedikit. Untuk itu, lanjut Bupati Gede Dana, pihaknya bekerja sama dengan kampus perguruan tinggi (PT) bidang pendidik, akan menerjunkan mahasiswa untuk melakukan praktik mengajar ke sekolah-sekolah.

Praktik mengajar akan dilakukan dengan cara bergilir setiap 6 bulan sekali antara perguruan tinggi bidang pendidikan yang satu, dengan yang lainnya. “Artinya, bila sebuah perguruan tinggi tengah mengerahkan mahasiswanya untuk praktik atau magang di suatu sekolah, enam bulan berikutnya akan digantikan mahasiswa dari PT yang lain,” ujarnya, menandaskan.

Selain itu, untuk tamatan-tamatan tenaga pendidik atau guru yang belum bekerja, juga akan diajak bekerja sama dengan sekolah melalui kesepakatan tertentu dengan kepala sekolah. Dengan demikian, niscaya kekurangan tenaga guru nantinya dapat teratasi, katanya.

Di samping langkah-langkah yang akan diambil seperti ini, Pemkab Karangasem juga kini masih menyusun regulasi sebagai upaya mengatasi masalah kekurangan tenaga guru tersebut, yakni dengan menggabungkan sekolah-sekolah yang mendapatkan murid sedikit. “Tapi, tentu dengan catatan letak dua atau tiga sekolah yang akan digabungkan berdekatan,” ujar Bupati Gede Dana, menyampaikan.  (LE-Ami)

Pos terkait