Karangasem, LenteraEsai.id – Sebuah video tentang pura yang tergerus tanah longsor, viral beredar di media sosial. Ternyata peristiwa yang terjadi pada Senin (10/10/2022) siang itu, merupakan yang kedua kalinya menimpa Pura Dadia Pande Ambal-ambal di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas pada Selasa (11/10/2022) mengungkapkan bahwa pura tersebut sebelumnya juga sudah sempat tergerus tanah longsor. “Jadi ini merupakan yang kedua kalinya mengalami bencana serupa,” ucapnya.
Dulu bagian dasar atau lantai pura yang berdiri di atas tebing itu, juga mengalami longsor. “Terus ada upaya bagian tebing disender oleh pengempon pura. Namun setelah disender, kini bagian tebing kembali ambruk hingga pengempon pura mengalami kerugian yang cukup besar,” kata Wayan Tunas.
“Nah, sekarang mau diulang lagi nyender. Sudah dilakukan pengerukan untuk bikin lubang dasar senderan, tapi menyusul turun hujan yang begitu lebat, membuat tebing semakin labil hingga terjadi longsor yang lebih besar dengan menjatuhkan pelinggih ke dasar jurang,” ujarnya.
Sementara Wayan Janji, penglingsir Pura Sesuhunan Dadia Pande Ambal-ambal juga mengatakan hal senada. “Ini kejadian kemarin sekitar pukul 14.15 Wita. Kebetulan saya bersama pengempon pura baru habis sembahyang piodalan. Begitu selesai, sampai rumah dikabari bahwa pura ambruk tergerus longsor,” katanya.
Terkait kerugian, pada kejadian longsor pertama di pura tersebut, tercatat menghabiskan dana yang mencapai Rp450 juta untuk memperbaikinya. Namun naas, kini pura tersebut kembali tergerus longsor, bahkan sampai ada pelinggir yang roboh ke dasar tebing. Nampaknya, kata Wayan Janji, pihak pengempon sekarang kesulitan untuk kembali mengumpulkan dana.
“Baru mau diperbaiki dan harus digali untuk pondasi senderan tebing di bagian bawahnya, kami sudah kehabisan dana,” ujar Wayan Janji seraya mengharapkan adanya bantuan dari pihak terkait atau para donatur guna meringankan beban warga setempat. Karena menurutnya tidak memungkinkan lagi untuk mengumpulkan dana urunan dari warga pada situasi ekonomi sulit seperti sekarang ini. (LE-Ami)







