Karangasem, LenteraEsai.id – Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, memiliki sejumlah tradisi yang dapat dilihat di masing-masing daerah. Salah satunya di Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, di mana terdapat tradisi unik yang hanya boleh diikuti oleh remaja laki-laki saja, yakni yang disebut ‘Neruna’.
Tradisi yang diikuti oleh ratusan sorpa (pemuda) di Desa Adat Geriana Kangin itu, digelar pada hari ketiga serangkaian upacara Usaba Goreng, yang juga disebut rahina perejangan sidumun. Ritual tradisi ini dilaksanakan rutin setiap tahun, dan pada tahun 2022 ini pelaksanaannya jatuh pada Sabtu, 8 Oktober 2022.
Sebelum melaksanakan tradisi ini, para sorpa terlebih dahulu berkumpul di Pura Puseh untuk mengikuti persembahyangan. Setelah itu, para sorpa melaksanakan iring-iringan mengelilingi wilayah desa adat dengan mundut atau membawa senjata nawa sanga berupa tombak dan kober (bendera) yang diiringi dengan gambelan baleganjur.
Sementara sebagian sorpa mundut dan menabuh gambelan, sorpa lainnya membawa keranjang dan menyebar masuk ke rumah-rumah warga untuk mengambil kue atau jajan yang telah dipersiapkan oleh setiap rumah warga yang didatangi.
Aneka jenis jajan yang diambil kemudian dibawa dan dikumpulkan di Pura Puseh. Pada akhir rangkaian tradisi, jajan tersebut akan dibagikan kepada para sorpa yang mengikuti tradisi ‘Neruna’ tersebut.
Jero Mangku Gede Nuragia selaku Kubayan Desa Adat Geriana Kangin menerangkan, ‘Neruna’ merupakam upacara tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur secara turun-temurun di Desa Adat Geriana Kangin.
Dikatakannya, tujuan dari tradisi ‘Neruna’ ini yakni untuk memperkenalkan lingkungan Desa Adat Geriana Kangin kepada generasi penerus agar mereka tahu sampai di mana batas-batas desa adat serta sebagai ajang silaturahmi, sehingga mereka bisa mengetahui posisi rumah – rumah krama (warga) di Desa Adat Geriana Kangin.
Di samping itu, melalui pelaksanaan tradisi ini juga dijadikan oleh pendahulu sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan diri, karena siapa tahu saat mengunjungi rumah warga, para sorpa bisa bertemu dengan jodohnya, yakni seorang gadis idaman.
“Terlepas dari upaya melestarikan tradisi, ada hal yang paling penting dalam tradisi ini, yaitu sebagai penanda di mana sebelum seorang sorpa (pemuda) mengikuti tradisi Neruna ini, maka belum diizinkan untuk ngayah atau tedun (mengikuti kegiatan) mewakili orang tuanya di desa. Ketika sudah Neruna, barulah mereka dinyatakan berhak untuk mewakili orang tuanya saat petedunan ataupun ngayah di pura yang ada di Desa Adat Geriana Kangin,” ujar Jero Mangku Gede Nuragia.
Sementara itu, Ketua STT Yowana Giri Prawerti Desa Adat Geriana Kangin I Gede Widnyana mengatakan, ada sekitar 120 orang sorpa yang mengikuti tradisi ‘Neruna’ pada Aci Usaba Goreng tahun 2022 ini. Mereka yang ikut adalah pemuda Desa Adat Geriana Kangin yang sebelumnya telah masuk atau terdaftar ke dalam organisasi Seka Teruna Teruni (STT) Yowana Giri Prawerti, Desa Adat Geriana Kangin.
“Kurang lebih pesertanya 120 orang, yakni para pemuda desa adat yang sudah tercatat masuk ke dalam organisasi STT yang ada di Desa Adat Geriana Kangin,” kata Widnyana, menjelaskan. (LE-Ami)







