Denpasar, LenteraEsai.id – Ruang bagi para penghobi layang-layang masih terbuka lebar di Kota Denpasar, Bali. Berbagai perhelatan perlombaan layang-layang juga terus dilaksanakan, di mana setiap tahunnya tercatat mengalami peningkatan jumlah peserta.
Seperti yang dilaksanakan Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar, yakni menggelar Denpasar Kite Festival di Pantai Mertasari Sanur Denpasar selama 2 hari, Sabtu (27/8) dan Minggu (28/8).
Festival layang-layang ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariana Wandira, yang ditandai dengan tarikan pertama layangan ikon Pelangi Denpasar.
Sebanyak 518 layangan mengikuti event tahun ke enam dari lomba yang digelar Pelangi Denpasar. Perlombaan dibagi dalam tiga kategori yakni kategori remaja, dewasa dan big size dengan jenis Layang Bebean, Pecukan, Janggan dan layang-layang kreasi baru.
Wali Kota Jaya Negara menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan perlombaan layang-layang yang dilaksnakan Pelangi Denpasar ini. Di samping memberikan ruang kreativitas bagi para Rare Angon atau penghobi layang-layang, lomba juga dapat meningkatkan rasa toleransi dan kekompakan dalam menaikan layang-layang.
“Seperti pada lomba ini para peserta remaja dan dewasa memiliki teknik permainan layang-layang yang sangat baik, terlihat dalam menaikan layangan secara bersamaan tidak terjadi saling senggol antara layangan satu dengan lainnya,’’ ujar Jaya Negara, sembari mengucapkan selamat berlomba bagi para peserta.
Sementara Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Maryiana Wandira yang juga selaku Ketua Pelangi Denpasar mengatakan, setiap tahun pelaksanaan event ini terus mengalami peningkatan jumlah peserta. Di samping pelaksanaan lomba untuk layang-layang ukuran sedang, pihaknya juga menggelar perlombaan layang-layang ukuran besar dari jenis Bebean dan Janggan.
Adapun tema dalam lomba kali ini yakni Tejaning Urip, yang bermakna memberi cahaya kehidupan. Mariana Wandira mengatakan bahwa pelaksanaan perlombaan layang-layang diharapkan dapat mewujudkan sebuah perbedaan sebagai kekuatan bersama dalam kebhinnekaan sebagai satu kesatuan dalam melayangan. Jagalah persatuan dan kesatuan dan Menyama Braya dengan semangat untuk melestarikan tradisi budaya dan seni yang telah diwariskan kepada kita bersama.
“Pelaksanaan event Pelangi Denpasar Kite Festival tak terlepas dari dukungan Pemkot Denpasar untuk tetap melestarikan seni dan budaya melayangan di Kota Denpasar,” ujarnya, bersemangat. (LE-DP)







