Badung, LenteraEsai.id – Prodi Sarjana Industri Perjalanan Wisata (IPW) Fakultas Pariwisata (FPar) Unud siap menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah. Sebagai langkah awal, Prodi IPW terus menggalakkan serangkaian persiapan berupa penyamaan persepsi dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen seperti yang digelar di Gedung Go Bali Kampus Bukit Jimbaran, pada Jumat (5/8).
Fokus pembahasan dalam pelatihan ini antara lain esensi pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang meliputi tujuan, tahapan, metode pembelajarannya beserta contohnya yang dipaparkan secara mendalam oleh I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan dari LP3M Universitas Udayana. Pemilihan metode ini, selain karena memang sudah diwajibkan 75% dalam program MBKM, juga dinilai sangat cocok dengan karakter mahasiswa saat ini.
“Diharapkan pengembangan metode pembelajaran ini dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk kreatif dalam mengidentifikasi kasus, menelaah, dan menyimpulkan hasil dengan tepat sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan dan tindakan,” ungkap Bayu Atmaja.
Selain untuk meningkatkan kompetensi dosen, kegiatan ini juga merupakan implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) nomor 7, yakni kelas yang kolaboratif dan partisipatif, sehingga pihak kampus bersama para dosen mampu menciptakan nuansa akademis yang berkualitas, melibatkan mahasiswa sekaligus merangsang keterlibatan mereka dalam proses belajar di kelas.
Turut hadir dalam kegiatan ini, dosen Prodi IPW, dosen Prodi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan dan Prodi Sarjana Pariwisata. (LE-BD)
Sumber: www.unud.ac.id







