judul gambar
DenpasarHeadlinesNews

Tiga Pelaku Pengeroyokan dan Penusukan di Bar Diringkus Polisi Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Satuan Reskrim Polresta Denpasar meringkus tiga pria yang diduga telah melakukan aksi pengeroyokan dan penusukan terhadap seorang korban bernama Arya (22) hingga mengalami sejumlah luka yang tergolong berat.

Aksi pengeroyokan dan penusukan di ruang basement Bar and Resto Nobata Jalan Veteran Denpasar Utara itu, terjadi pada Minggu (31/7) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

“Peristiwa itu berawal dari adanya perselisihan antara korban Arya dengan salah seorang dari tiga pelaku,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas SH SIK MH didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat SH SIK MH, kepada pers di Denpasar, Senin (1/8).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kejadian itu berawal dari adanya kesalahpahaman antara korban Arya dengan pelaku Agung Wirama (23), yakni saling bersenggolan ketika berada di ruang basement hingga berujung pertengkaran dan perkelahian.

Melihat itu, dua teman Agung yakni Surya Widura (34) dan Karna Putra (35), seketika turut melakukan pengeyoyokan terhadap korban Arya, termasuk dengan menggunakan senjata tajam.

“Korban ditusuk dengan pisau di bagian tangan, pundak, perut, dada sebelah kanan dan punggung hingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka berat,” ujar Kombes Bambang Yugo.

Selain ditusuk dan dipukuli, lanjut Kombes Bambang Yugo, korban yang saat itu dalam kondisi mabuk akibat meniman keras yang diteguknya, juga dihamtam lemparan sebuah kursi yang ada di basement Bar dan Resto Nobata.

Dua dari tiga pelaku yang kini diamankan petugas, merupakan residivis kasus tindak pidana narkoba dan penganiayaan, ujar Kapolresta tanpa merinci kedua pria residivis yang dimaksud.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dikenakannya pasal 170 Ayat (2) ke 2 KUHP tentang bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang lain hingga mengakibatkan luka berat. Sementara nama pelaku yang melakukan pengeroyokan dengan senjata tajam, kini masih dalam pengusutan lebih lanjut.

Perbuatan tersebut melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Perbuatan Penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara, ucapnya, menjelaskan.  (LE-DP)

Lenteraesai.id