Karangasem, LenteraEsai.id – Salah satu kekayaan intelektual asli Karangasem adalah Kain Gringsing buatan para perajin di Desa Tenganan Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.
Kini, kain legendaris tersebut disebut-sebut akan dijadikan suvenir untuk para kontingen atau peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali bulan Desember mendatang.
Dengan kualitas yang tak main-main bahkan sudah melalui seleksi ketat, kini sebanyak 120 lembar Kain Gringsing Tenganan sudah dalam tahap packing dan siap untuk dikirim kepada pihak panitia konferensi tingkat internasional itu.
Hal tersebut dikatakan Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan Pegringsingan I Putu Wiadnyana, ketika dihubungi, Senin (1/8/2022). “Sudah siap untuk dikirim, kami sedang koordinasi dengan pihak yang akan menerima, untuk mewakili Kementerian Pariwisata,” ujarnya.
Dikatakan bahwa pihaknya memang menargetkan penyelesaian pesanan tersebut sampai akhir bulan Juli 2022, dan target tersebut kini telah berhasil dicapai.
Ditambahkan Wiadnyana, tercatat ada 30-an motif kain Gringsing, namun untuk suvenir G20 adalah kain yang berjenis Gringsing Cenik. Terdapat lebih dari satu motif (kombinasi), dan dari 120 kain pesanan itu terdiri atas 38 motif, baik tunggal maupun kombinasi.
Sementara nilai total harga kain Gringsing yang dikirim menjadi suvenir tersebut mencapai Rp132.000.000. “Jumlah kain 120 lembar dan estimasi lapangan kerja yang tercipta 480 lapangan pekerjaan. Sedangkan satu lembar kain dikerjakan oleh setidaknya 4 orang perajin, di antaranya perajin benang, pembuat motif, pencelup warna dan penenun,” katanya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya dan juga masyarakat Desa Adat Tenganan mengaku sangat berterima kasih.
“Berkat order souvenir G20 ini keberadaan kain Gringsing semakin dikenal dan sangat membantu perajin dalam menaikkan harga jual, terutama di saat pemulihan pasca-Covid-19. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada Kemenparekraf khususnya untuk Pak Menteri Sandiaga Uno karena order ini juga terkait program desa wisata melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia,” katanya, penuh semangat. (LE-Ami)







