Karangasem, LenteraEsai.id – Sampah medis yang cukup membahayakan ditemukan di saluran irigasi di areal persawahan Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kabupaten Karangasem. Sampah tersebut berupa jarum suntik bekas yang terkemas rapi di dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter.
Sampah medis berupa belasan jarum suntik bekas itu ditemukan oleh seorang petani yang tengah melakukan aktivitas di sawah, yakni I Wayan Surata pada Rabu (27/7/2022). “Saya temukan ini tadi sore saat sedang membersihkan saluran irigasi,” ungkapnya.
Wayan Surata mengaku bahwa dirinya memang rutin memantau kondisi kebersihan irigasi, agar jalannya air ke sawah tidak tersumbat sampah, mengingat saat ini merupakan fase pengairan pada sawah setelah dibajak dan tandur.
Ia mengatakan akan secepatnya mengkoordinasikan hal tersebut kepada kepala desa setempat. “Saya khawatir ini dapat berakibat fatal, mengingat di desa ini dahulu ada kasus kematian akibat sampah medis, yakni warga yang terkena jarum suntik bekas yang dibuang ke sawah, nyawanya tak dapat ditolong lagi. Saya tidak ingin hal itu kembali terjadi,” ucapnya, menandaskan.
Baik Surata maupun beberapa warga lainnya, senada mengaku tidak mengetahui asal muasal dari jarum suntik bekas yang ditemukan di saluran irigasi tersebut. “Warga di bagian hulu saluran air ini memang ada yang aktivitasnya menggunakan jarum suntik, tapi saya belum berani memastikan orang itu yang membuangnya,” katanya.
Di bagian hulu saluran air irigasi persawahan di Abang Kelod, diketahui ada beberapa warga yang berprofesi sebagai bidan, dokter hewan dan sebagainya, di mana mereka bekerja menggunakan jarum suntik. Namun, pihaknya tidak berani memastikan mereka yang telah membuang jarum bekas tersebut secara sembarangan.
“Saya tidak tahu persis pelakunya, yang jelas ini pasti perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Surata dengan nada kesal.
Sementara itu, Perbekel Abang I Nyoman Sutirtayana yang dikonfirmasi terpisah mengaku akan segera mengkoordinasikan temuan itu ke pihak Puskesmas ataupun ke aparatur di kantor kecamatan. “Saya koordinasikan dulu ke puskesmas dan kantor camat, agar segera dapat ditindaklanjuti,” ujar Sutirtayana, menjelaskan. (LE-Ami)







