Karangasem, LenteraEsai.id – Dua kapal yang tengah berada di perairan laut wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, terseret amuk gelombang besar hingga kandas di tepian pantai di kawasan Tanah Ampo, Kecamatan Manggis pada Senin (11/7) sore.
Dua kapal tersebut masing-masing berjenis tug boat atau kapal yang relatif kecil yang biasa dipakai menarik atau memandu kapal yang lebih besar, dan satunya lagi jenis kapal tongkang.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, tug boat Perkasa Wana yang dinahkodai Nasyon Lekis, asal Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan kapal tongkang Simindo 4, tercatat milik PT Alpiando Karya Kartika asal Karawang, Jawa Barat.
Kasat Polairud Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja mengatakan, hal tersebut terjadi setelah seling baja yang mengikat kedua kapal tersebut putus akibat besarnya hantaman ombak pada sore hari itu.
“Menurut keterangan dari nahkoda, saat itu terjadi gelombang tinggi dan angin kencang, hingga menyebabkan seling baja pengikat jangkar kedua kapal terputus, kemudian untaian selingnya melilit pada baling-baling kapal hingga sulit digerakkan,” ujarnya.
Kedua kapal tersebut sudah becokol di tengah perairan di kawasan Tanah Ampo sejak 7 bulan lalu untuk mengerjakan proyek pemasangan tiang pancang Depo Pertamina Manggis, namun tiba-tiba terseret gelombang besar dan kandas di pinggiran pantai.
Kapal dengan sembilan ABK berikut nahkodanya itu, dilaporkan selamat pada kejadian tersebut, ujar Kasatpol Airud.
Selanjutnya, kapal tug boat dan tongkang itu rencananya ditarik dari tempatnya kadas di Pantai Tanah Ampo ke tengah perairan laut, dan akan diapungkan menggunakan drum karena tongkang mengalami kebocoran.
“Untuk penarikkan tug boat dan tongkang yang kandas tersebut, rencananya akan dilakukan setelah air laut pasang, mengingat lokasi kandasnya kapal berada jauh di pinggir pantai yang dangkal,” kata AKP Agung Bagus Suteja, menjelaskan. (LE-Ami)







