judul gambar
DenpasarHeadlines

Fakultas Kedokteran Hewan Unud Laksanakan Pembekalan Kersos Keswan XXXVII

Denpasar, LenteraEsai.id –  Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana melaksanakan Pembekalan Kersos Keswan XXXVII secara luring di Gedung Dikti Denpasar. Kegiatan yang digelar sejak Rabu (29/6) hingga Jumat (1/7) merupakan rangkaian Kersos Keswan XXXVII

Pembekalan ini dihadiri oleh para peserta dari mahasiswa FKH angkatan 2019 dengan jumlah 102 orang. Dengan tujuan untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa selama periode kegiatan Kersos Keswan XXXVII yang bertempat di Klungkung. Peserta diharapkan mampu memahami dan menjadikan kegiatan ini wadah untuk melatih psikomotor peserta selama kegiatan berlangsung.

Pembekalan pertama diberikan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung drh A A Gede Raka Arnawa yang membawakan materi mengenai lokasi atau peta Kabupaten Klungkung. Materi ini akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan dan menangani kasus yang ada di sana.

“Peserta Kersos Keswan akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan ditempatkan di desa tertentu, di mana mereka akan memberikan vaksin bagi hewan ternak dan hewan peliharaan di sana,” katanya, seraya memberi pesan kepada seluruh peserta untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik hewan ketika akan melakukan pemberian vaksin.

Pembekalan kedua diberikan oleh Prof Dr Drh I Ketut Puja M Kes mengenai rabies. Dr Puja menjelaskan bagaimana cara mengedukasi warga masyarakat di Klungkung terkait rabies, risiko dari kesalahan yang terjadi ketika melakukan penyuntikan, hingga cara penyuntikan dan penanganan yang tepat untuk hewan. “Mengingat masih banyaknya kasus rabies di daerah Klungkung, harap perhatikan pencegahan gigitan, perawatan, dan pengobatan rabies ini,” imbuhnya, menegaskan.

Kegiatan selanjutnya merupakan penyuluhan dari drh I Wayan Sukernayasa SKH MSi selaku dosen pembimbing dengan pembahasan mengenai biosecurity serta bagaimana melakukan penyuluhan dan edukasi individu yang baik, terutama mengenai rabies dan vaksinnya. Menurutnya, masih banyak pemilik hewan yang tidak percaya kepada petugas dinas.

“Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa bisa memberikan sebuah edukasi bahwa bukan karena vaksinnya yang membuat hewannya mati, tetapi karena ada hewan yang tidak diketahui penyakitnya, berkontak dengan hewan peliharaan tersebut. Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan masyarakat di Klungkung edukasi yang lebih baik mengenai penanganan hewan yang terkena rabies serta menekankan pemberian vaksin pada hewan ternak dan peliharaannya,” ungkapnya. (LE-DP)

Sumber: www.unud.ac.id 

Lenteraesai.id