Denpasar, LenteraEsai.ud – KOPITU mengadakan webinar dengan tema ‘Strategi Kepastian Pasar UKM Dalam Pengadaan Barang & Jasa E-Katalog LKPP’ yang dihadiri oleh Teguh Setyabudi selaku Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI dan Fadli Arif selaku Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP.
Dalam kesempatan ini Teguh Setyabudi menyampaikan dukungan penuh terhadap UKM yang produknya ingin masuk ke dalam E-Katalog LKPP dengan pemenuhan persyaratan dan kemudahan yang sekarang diberikan. Dan untuk untuk mendukung hal tersebut dari sisi pembayaran guna meringankan UMK, pemerintah akan menerbitkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Dengan ini, maka ketika Pemda belanja ke UMK tidak perlu lagi diutang dan bisa langsung dibayarkan menggunakan KKPD.
Adapun untuk mempermudah UMK dan koperasi masuk ke E-Katalog, LKPP menerapkan kebijakan strategis dengan melakukan pemangkasan birokrasi. Mekanisme pengelolaan katalog lokal kemudian disederhanakan dari sebelumnya empat tahapan menjadi satu tahapan saja, sehingga seluruh pemerintah daerah otomatis sudah ditetapkan sebagai pengelola, ucapnya.
Sementara untuk mempermudah UMK dan koperasi masuk ke E-Katalog, lanjut Dirjen Teguh, LKPP menghapuskan pemberlakuan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk produk yang tidak menyangkut keselamatan jiwa.
Seperti yang disampaikan Fadli Arif, peningkatan kerja sama dengan asosiasi seperti KOPITU akan sangat membantu, mendukung dan bekerj sama antara LKPP asosiasi. Hal ini juga dapat membantu percepatan dalam digitalisasi UKM karena perlunya UKM mulai digitalisasi. Segala macam produk UKM bersekala perseorangan maupun perusahaan juga bisa masuk dalam E-Katalog LKPP melalui sistem berbasis online pada sirup.lkpp.go.id Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).
SiRUP adalah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis Web (Web based) yang fungsinya sebagai sarana atau alat untuk mengumumkan RUP. b. SiRUP bertujuan untuk mempermudah pihak PA/KPA dalam mengumumkan RUPnya, ucapnya.
KOPITU sendiri melalui rancangan sistem E-Store dan Fulfillmentnya juga bisa berperan aktif dalam kepastian pasar UKM melalui proses yang mudah dan lebih sederhana bagi setiap UKM. Bagi para buyer perusahaan maupun pemerintah juga telah disiapkan sistem seperti SiRUP LKPP dengan nuansa yang lebih bersahabat dan mudah untuk bisa menginfokan secara rinci daftar-daftar kebutuhan produk yang dibutuhkan.
Dengan hadirnya E-Store KOPITU, dipastikan UKM mendapatkan kepastian pasar dan kemudahan dalam adaptasi teknologi serta menguntungkan pada kedua belah pihak, penjual maupun pembeli. Dengan tidak memakan waktu dan ongkos yang terlalu besar untuk pengiriman dengan konsep Fuilfillment, katanya. (LE-DP)







