Karangasem, LenteraEsai.id – Saat tertidur lelap, warga Banjar Dinas Kecag Balung, Desa Seraya Tengah, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem harus terbangun dikagetkan dengan suara-suara letupan cukup keras, yang berasal dari sebuah warung yang terbakar.
Api yang pertama kali diketahui berkobar pada Minggu (16/1/2022) dini hari sekitar pukul 02:00 Wita pada warung milik Wayan Karsa (57) itu, dalam waktu relatif singkat telah menjadi besar.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh I Nengah Sudana yang kebetulan lokasi rumahnya tepat berada di depan warung yang terbakar. Ia terbangun dari tidur setelah beberapa kali mendengar suara ledakan cukup keras.
Begitu terbangun dan keluar rumah, Sudana melihat api sudah berkobar cukup besar di bagian atap warung, diselingi suara-suara letupan yang diduga berasal dari tabung gas atau barang-barang lain yang dijilat si jago merah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, untuk memadamkan kobaran api pihaknya mengerahkan 13 personel dengan 5 unit armada Damkar ke lokasi kejadian di kala hari masih gelap gulita.
Ia menyebutkan, saat peristiwa kebakaran terjadi, warung dalam keadaan tutup dan tanpa penghuni, karena pemiliknya tinggal di bangunan terpisah, dan baru membuka tempat berjualan pada pukul 07:00 Wita sampai 21:00 Wita.
Selain menghanguskan warung beserta isinya, amuk si jago merah juga memberangus surat-surat berharga yang disimpan di tempat musibah, seperti kartu keluarga (KK), buku tabungan dan yang lainnya, bahkan uang tunai Rp6 juta juga ikut terbakar sehingga total kerugiannya sekitar Rp45 juta, ujar Siki Ngurah.
Kadis Damkartan mengungkapkan, pemilik warung menaruh surat-surat berharga di tempatnya berjualan karena setiap hari waktunya lebih banyak dihabiskan di warung, sehingga lebih gampang mengambil jika sewaktu-waktu diperlukan.
Kadis Damkartan belum dapat memastikan asal-muasal percikan api yang kemudian menjadi besar. Namun dugaan sementara berasal dari adanya korsleting arus listrik.
“Masalahnya, saat kami baru tiba di lokasi musibah, melihat cukup banyak bentangan kabel pada bangunan terbakar yang masih teraliri setrum, sehingga kami juga melakukan koordinasi dengan PLN untuk bersama-sama melakukan penanganan di lapangan,” kata Siki Ngurah dengan menjelaskan bahwa petugas PLN saat itu juga datang langsung ke lokasi kebakaran.
Meski peristiwa tersebut tidak sampai merenggut korban jiwa maupun luka-luka, namun Kadis Damkartan tetap mengimbau masyarakat untuk tidak memasang kabel listrik sembarangan. “Jika ingin memasang kabel sebaiknya memanggil petugas PLN supaya pemasangannya lebih rapi dan aman dari kemungkinan korsleting,” ujarnya, mengingatkan. (LE-Jun)







