Amlapura, LenteraEsai.id – Untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat di wilayah Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Pangdam IX/Udayana langsung memerintahkan Komandan Kodim 1623/Karangasem Letkol Inf Sutikno untuk mendata dan melaksanakan pengeboran sumur di daerah tersebut.
Hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih, baik untuk dikonsumsi, memasak dan mencuci, maupun untuk mengairi lahan pertanian yang tak jarang mengalami kekeringan.
Seperti diketahui, penduduk di beberapa wilayah Kecamatan Kubu selama ini hanya memanfaatkan air tadah hujan, yakni menampung air saat hujan turun. Selain itu, mereka juga sering membeli air dengan harga yang cukup mahal berkisar antara Rp100.000 – Rp150.000 per tangki isi 5.000 liter.
Atas perintah dari Panglima tersebut, tidak menunggu waktu lama Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf Sutikno langsung menuju ke lokasi bersama dengan Danramil 1623-08/Kubu Kapten Inf Ketut Sukrada dan juga masyarakat, serta berkoordinasi dengan tim pengeboran dari anggota DenZibang 3/IX Bali dipimpin Kapten Czi Yuli Pranowo.
Dari hasil survei yang dilakukan, diketahui bahwa lokasi sumber air berada di Dusun Taman Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Sebelum dilakukan pengeboran, pihak TNI terlebih dahulu melakukan kesepakatan dengan pemilik lahan agar bisa dilakukan pengeboran di lokasi tersebut.
“Pengeboran sumur air bersih ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih. Mudah-mudahan segera bisa terselesaikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah itu,” kata Letkol Inf Sutikno di Amlapura, Senin (27/12/2021).
Jika sumur bor tersebut sudah selesai, air tersebut akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di tiga dusun yang ada di Desa Tianyar Barat, yakni Dusun Bengklok dengan 144 kepala keluarga (KK) atau 472 jiwa, Dusun Tirta Sari dengan 175 KK atau 518 jiwa, dan Dusun Buana Pole dengan 154 KK sebanyak 590 jiwa, ujarnya.
“Setelah sumur selesai dibangun, semoga nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di tiga dusun tersebut, termasuk warga lain yang ada di sekitarnya,” ujar Letkol Inf Sutikno, menjelaskan. (LE-Jun)







