Malang, LenteraEsai.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur melaporkan sejumlah warga yang sebelumnya sempat mengungsi karena rumahnya ‘diseruduk’ banjir bandang, kini seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing.
Penduduk yang sempat mengungsi antara lain di Gedung Kesenian Bulukerto, Kota Batu, kembali ke rumah sehubungan banjir yang sempat merendam tempat tinggal mereka sejak hari Kamis (4/11) lalu, kini telah surut.
Demikian juga sebanyak 13 warga yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus banjir, seluruhnya telah berhasil ditemukan tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat.
Dari korban sebanyak itu, enam di antaranya ditemukan selamat, dan tujuh lainnya ditemukan telah meninggal dunia di antara tumpukan puing-puing atau potongan kayu, bambu dan endapan lumpur yang ditinggalkan banjir.
Selain itu, berdasarkan laporan terkini dari lapangan, disebutkan bahwa beberapa ruas jalan di Kota Batu yang sempat tertutup lumpur dan terputus, kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan.
Sebelumnya dilaporkan bahwa banjir bandang telah berdampak pada 89 kelapa keluarga (KK). Sementara itu, kerugian materil yang tercatat meliputi 35 unit rumah rusak, 33 unit rumah terendam lumpur, 73 unit sepeda motor rusak, 7 unit mobil rusak, 107 hewan ternak hanyut dan 10 kandang ternak rusak berat.
Sebagai upaya percepatan penanganan banjir bandang, Pemerintah Kota Batu telah menetapkan masa tanggap darurat melalui SK No. 188.45/341/KEP/422.012/2021 selama 14 hari terhitung tanggal 4-17 November 2021. Selain itu, Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) juga segera disusun, dan Wakil Wali Kota Batu ditunjuk untuk memimpin penanganan darurat bencana banjir bandang tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD, Minggu (7/11) mengungkapkan, bantuan berupa logistik dan peralatan penanganan darurat telah didistribusikan dan terus berdatangan baik dari BNPB, BPBD maupun instansi terkait, dunia usaha dan badan relawan lainnya.
Selain memasok bantuan logistik dan peralatan, BNPB juga telah memberikan beberapa rekomendasi penanganan pascabanjir bandang. Diperlukan adanya giat susur sungai oleh instansi yang berpengalaman seperti TNI, Polri dan Basarnas guna melihat di mana saja titik-titik potensi sumbatan atau bendung alam di wilayah hulu yang kemudian menimbulkan banjir.
Susur sungai juga harus dibarengi dengan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang di wilayah hulu, tumpukan sampah di alur sungai, lumpur dan material lainnya yang ditinggalkan oleh banjir, ucapnya.
BNPB juga merekomendasikan agar wilayah lereng tebing atau kawasan kebun semusim lainnya ditanami dengan jenis vegetasi yang keras dan berakar kuatseperti vetiver, sukun, dan tanaman akar kuat lainnya. Vegetasi akar kuat tersebut dapat mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsoran, kata Abdul Muhari, menjelaskan. (LE-ML)







