Karangasem, LenteraEsai.id – Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, secara simbolis menyerahkan santunan kematian dan juga beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Program Jaminan Kematian (JKM) dan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), bertempat di Kantor Bupati Karangasem, Selasa (12/10/2021).
Bupati Dana mengatakan, selama pandemi Covid-19 melanda, Kabupaten Karangasem menjadi salah satu daerah yang cukup terdampak terutama pada sektor pariwisata. Ia menjelaskan selama pandemi terdapat sebanyak 370 perusahaan yang tutup dan 8 di antaranya ditutup secara permanen.
“Hal ini membuat sebanyak 3.533 orang pekerja dirumahkan dan 262 orang pekerja dilakukan PHK (pemutusan hubungan kerja),” kata Bupati Dana.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Karangasem melakukan beberapa upaya dalam pemulihan ekonomi, di antaranya dengan memfasilitasi pekerja bantuan subsidi upah (BSU) yang disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, juga memfasilitasi penerima bantuan sosial tunai (PBST) dari Pemerintah Provinsi Bali dan program kartu pekerja dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Di samping itu juga pemberian sembako kepada pekerja sektor pariwisata, pelaksanaan program pelatihan di UPTD BLK Disnaker Kabupaten Karangasem dan optimalisasi pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja, ucapnya.
Mengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial dan ketenagakerjaan tersebut, sebagai program unggulan nantinya program jaminan sosial di Kabupaten Karangasem tidak hanya akan menyasar para pekerja ASN dan non ASN, tapi juga akan menyasar pekerja rentan.
“Kita akan rancang nantinya, pekerja seperti para petani, nelayan, tukang suun dan pekerja sosial yang potensi beresiko seperti satuan Linmas, non ASN di desa dan yang lainnya, juga bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial ini,” kata Bupati Dana.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali-Gianyar, Bimo Prasetyo mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem yang sudah mensupport program BPJS.
Dikatakannya, untuk bulan Oktober, di Kabupaten Karangasem terdapat 4 ribu lebih yang sudah terlindungi Program BPJS dengan pembayaran total mencapai Rp47 miliar lebih.
“Inilah perbedaan yang paling mendasar antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan. Seperti kali ini BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan kematian dan santunan beasiswa kepada anak ahli waris. Program beasiswa akan diberikan sampai siswa itu lulus perguruan tinggi, dan semoga anak yang ditinggalkan tetap semangat,” kata Bimo Prasetyo. (LE-Jun)







