Karangasem, LenteraEsai.id – Operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap I Wayan Koti Arta (53), nelayan yang hilang saat menangkap ikan di Perairan Bunutan, Kabupaten Karangasem, resmi dihentikan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Karangasem I Gusti Ngurah Eka Widnyana, Selasa (12/10) petang mengatakan, tim SAR gabungan yang telah melakukan upaya pencarian selama satu pekan, hingga kini belum berhasil menemukan korban.
“Sesuai ketentuan atau SOP yang ada, upaya pencarian hanya berlangsung selama tujuh hari, sehingga hari ini secara resmi harus dihentikan, kendati belum berhasil menemukan korban,” katanya.
Namun, lanjut Ngurah Eka, pihaknya masih akan tetap melakukan pemantauan, termasuk mencari informasi tentang keberadaan korban. “Jika ada informasi, kami akan kembali turun melakukan proses evakuasi,” ujar Ngurah Eka.
I Wayan Koti Arta, penduduk Banjar Dinas Banyuning, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, pada 6 Oktober lalu berlayar bersama anaknya menggunakan sebuah sampan untuk menangkap ikan di Perairan Bunutan.
Tiba di tengah laut pada dini hari itu, Wayan Koti Arta tiba-tiba kecemplung ke permukaan air laut dan langsung menghilang, setelah sampannya dihantam gelombang besar. Sementara anaknya selamat pada kejadian tersebut.
Ngurah Eka menyebutkan, tim SAR gabungan telah melakukan upaya terbaik untuk bisa menemukan keberadaan korban. Bahkan unit siaga SAR Nusa Penida juga sempat membantu proses pencarian, tapi sampai hari terakhir ini hasilnya tetap nihil.
Terkait dengan operasi SAR yang telah dihentikan, tim SAR gabungan yang terdiri atas unsur Basarnas, Bakamla, Balawista BPBD, Polair dan TNI AL, petang itu mendatangi rumah keluarga korban.
Kehadiran tim SAR gabungan ke rumah korban bertujuan untuk menyampaikan mengenai proses pencarian yang tidak membuahkan hasil, sekaligus menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi SAR terhadap korban dinyatakan selesai, setelah selama 7 hari dilaksanakan.
“Menanggapi ditutupnya oprasi SAR, pihak keluarga menyatakan sudah menerima dengan ikhlas kepergian korban sebagai musibah dan pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari tim SAR gabungan karena sudah berusaha keras untuk mencari keberadaan korban, meski belum membuahkan hasil,” kata Ngurah Eka, menandaskan. (LE-Jun)







