Tim Yustisi Pantau Penerapan Ganjil Genap di By Pass Sanur Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Pemberlakuan skema kendaraan ganjil-genap yang dilaksanakan di beberapa titik di Bali, bertujuan untuk mengendalikan mobilitas pengunjung khususnya di objek wisata.

Satpol PP Denpasar yang tergabung dalam Tim Yustisi Kota Denpasar rutin melaksanakan pendisiplinan masyarakat terkait pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level-3.

Bacaan Lainnya

Kegiatan kali ini dilaksanakan secara stationer dan mobiling dengan menyasar titik-titik yang berpotensi menjadi keramaian di Kota Denpasar pada Sabtu (2/10).

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi mengatakan, pendisiplinan kali ini dilaksanakan bersama unsur TNI, Polri, Dishub dan BPBD. “Pendisiplinan dilaksanakan untuk memastikan seluruh masyarakat tetap waspada dan menaati penerapan protokol kesehatan, khususnya pada pelaksanaan PPKM Level-3, sehingga dapat menekan penyebaran Virus Corona,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemantauan kali ini dibagi menjadi 2 tim yakni tim mobile dan tim stationer. Tim mobile melaksanakan pemantauan PPKM Level-3 secara keliling, yang dimulai dari Mapolresta Denpasar lalu menuju Jalan Gunung Sanghyang, Jalan Gajah Mada, Lapangan Puputan Badung, dan Jalan Surapati.

Sementara pelaksanaan secara stationer dilaksanakan di Lapangan Puputan Badung, pasar tumpah Pula Kerthi, pasar tumpah Jalan Gunung Kawi, dan pasar tumpah Jalan Kartini Wangaya.

“Selama pemantauan prokes secara stationer kami menemukan 4 orang pelanggar dengan menggunakan masker tidak benar, sehingga kami berikan pembinaan supaya ke depannya dapat menggunakan sarana prokes dengan baik dan benar,” ujar Dewa Sayoga.

Dewa Sayoga menyebutkan, selain pemantauan prokes, pihaknya bersama Polri, Dishub dan juga petugas desa melaksanakan kegiatan stationer pembatasan kendaraan dengan menerapkan ganjil genap di Simpang MCD – By Pass Ngurah Rai, dan Jalan Hang Tuah – Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar.

“Kami berharap dengan rutin dilaksanakan pemantauan ini ke depannya dapat mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan selalu mengikuti anjuran prokes, sehingga tidak ada penambahan kasus penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar,” ujarnya, menandaskan.  (LE-DP)

Pos terkait