Buleleng, LenteraEsai.id – Meski berbagai upaya telah dilakukan, nanum pencarian terhadap seorang nenek berusia 75 tahun penduduk Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng tidak juga membuahkan hasil.
Akhirnya, tim SAR gabungan yang telah turun sejak beberapa hari ini, memutuskan untuk menghentikan upaya pencarian pada Sabtu petang, 2 Oktober 2021.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada SE MAP menyatakan bahwa pihaknya siap membuka kembali operasi pencarian dan pertolongan apabila keluarga korban menemukan tanda-tanda atau petunjuk baru tentang keberadaan korban.
“Kami siap mengerahkan personel dan peralatan apabila sewaktu-waktu kembali diminta oleh keluarga korban untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban,” ujar Darmada, menandaskan.
Darmada menyebutkan bahwa Basarnas telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan perangkat desa setelah adanya permintaan penghentian dilakukannya pencarian dari keluarga korban. “Tadi kami telah koordinasikan hal ini dengan Kapolsek Sawan,” ujarnya.
Sebelumnya, anak korban bernama Nyoman Subur meminta kepada Basarnas untuk tidak melanjutkan pencarian, mengingat upaya penelurusan yang dilakukan secara mandiri dan bersama tim SAR dalam beberapa hari ini tidak membuahkan hasil.
Nyoman Subur mengatakan, bila ada tanda-tanda jejak korban kemungkinan dapat ditemukan, dirinya akan secepatnya menghubungi Basarnas untuk kembali melakukan upaya pencarian atau evakuasi.
Sseorang nenek, Luh Kardi (75) dikabarkan hilang di sekitar kebun dekat dengan air terjun Grombong Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada Selasa, 28 September 2021. Namun pihak keluarga korban baru melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada hari Jumat (1/10/2021).
Kepala Kantor Basarnas Bali membenarkan bahwa pihaknya baru pada 1 Oktober lalu menerima laporan atas kajadian tersebut. “Kita terima informasi dari Bapak Bayu Waringin sekitar 13.00 Wita. Ia melaporkan salah seorang anggota keluarganya belum kembali dari pergi berladang di sekitar kawasan Desa Lemukih, Kecamatan Sawan,” ucapnya.
Tim SAR gabungan yang kemudian terjun melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai warga sebagai tempat hilangnya korban yaitu di seputar air terjun Grombong, hingga hari kedua Sabtu (2/10) petang tidak berhasil menemukan korban. (LE-BL)







