HeadlinesKarangasem

Hendak Cuci Gelas Untuk Ngopi, Justru Lihat Korban Tewas di Pohon Jeruti

Karangasem, LenteraEsai.id – Ni Nengah Geria (68) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri  menggunakan selendang warna merah muda pada dahan pohon jeruti yang tumbuh di sebelah barat rumah korban di Banjar Dinas Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem pada Minggu (26/9/2021) pagi sekitar pukul 06:00 Wita.

Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya saat dikonfirmasi siang harinya mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Ketut Kariyasa yang saat itu hendak mencuci gelas untuk membuat minuman kopi seduh. Ketika melirik ke arah pohon jeruti (jeruk bali), ia mengaku sangat kaget melihat korban Ni Nengah Geria dalam keadaan tergantung.

Mengetahui itu, Ketut Kariyasa langsung berteriak minta tolong dan bergegas memanggil anak kandung korban untuk segera melihat keadaan korban. 

“Begitu tiba di lokasi, pihak keluarga sempat memegang tubuh korban dan menyatakan masih dalam keadaan hangat, sehingga mereka memutuskan untuk menolong korban dengan cara memotong selendang kain yang digunakan untuk gantung diri,” kata Kapolsek.

Setelah itu, korban dibawa ke teras rumahnya, namun korban yang tubuhnya masih cukup hangat ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia, kata AKP Gede Wirya, menjelaskan. 

Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Bebandem. Tidak lama berselang beberapa personel dari Polsek bersama dengan tim medis dari Puskesmas Bebandem tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis, tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan pada tubuh korban, sehingga kuat dugaan korban tewas karena gantung diri,” kata AKP Gede Wirya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diperkirakan karena depresi akibat mengidap penyakit migren atau vertigo menahun yang tidak kunjung sembuh. 

Menurut rencana, pihak keluarga dalam waktu dekat akan membawa korban ke Rumah Sakit Sanglah untuk dilakukan scan saraf, namun kini dia keburu memilih jalan untuk pulang selamanya dengan cara gantung diri.

“Terkait dengan kematian korban melalui cara tersebut, keluarga sudah menerima dan mengikhlaskannya, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi atas jenazah korban,” kata AKP Gede Wirya, mengungkapkan. (LE-Jun) 

Lenteraesai.id