Mamuju, LenteraEsai.id – Sungai Kalukku yang meluap setelah hujan turun dengan intensitas tinggi, telah menimbulkan bencana banjir di beberapa desa di wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Jumat (3/9) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju mencatat sebanyak 100 unit rumah terendam akibat peristiwa itu. Banjir menggenangi beberapa desa di wilayah Kabupaten Mamuju, yakni Desa Sondoang dan Desa Rentedango di Kecamatan Kulaku.
Dari kjadian pada dini hari tersebut, terpantau tinggi muka air saat terjadi banjir sekitar 100 sentimeter. Update terkini pada siaang hari dilaporkan situasi sudah kondusif dan banjir sudah mulai surut. Warga sekitar bergotong royong untuk membersihkan material dan lumpur yang terbawa saat banjir.
“Kondisi saat ini sudah terkendali dan banjir sudah surut. Warga secara gotong royong membersihkan lumpur di sekitar rumah mereka,” ujar Wahab, staf pada Kedaruratan BPBD Kabupaten Mamuju saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (3/9) siang.
BPBD Kabupaten Mamuju juga berkoodinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat beserta tim gabungan melakukan pendataan dan kaji cepat. Penyampaian informasi dalam peringatan dini sudah dilakukan melalui tingkatan berjenjang, mulai dari provinsi diteruskan ke kabupaten, hingga informasi diterima oleh perangkat daerah setempat mengenai waspada peringatan dini hujan lebat.
Wahab menambahkan, kendala yang dialami dalam penyampaian informasi melalui ‘Whatsapp Group’ berkenaan dengan jaringan internet yang kurang stabil di wilayahnya. “Jaringan yang kurang stabil menjadi kendala kami di lokasi,” ucap Wahab, menjelaskan.
Melihat wilayah Mamuju yang sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi, warga yang tinggal lereng bukit atau dataran rendah diimbau untuk waspada terjadinya tanah longsor, apabila intensitas hujan tinggi terus terjadi.
Gerakan susur sungai juga dapat dilakukan sebagai langkah prefentif guna mengantisipasi sampah atau ranting yang dapat menghalangi laju air saat terjadi hujan. Langkah ini dapat disikapi secara bijak, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan bahwa awal musim hujan di wilayah Sulawesi Barat diprediksi terjadi pada bulan September hingga November 2021.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD menyebutkan, berdasarkan analisis InaRisk, Kabupaten Mamuju merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi.
Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, ucapnya, mengingatkan. (LE-MM)







