BadungHeadlines

Tancap Gas Pembangunan Gedung SMAN 11 Denpasar, Tahap Pertama Ruang Belajar dan Kantor

Denpasar, LenteraEsai.id – Pemerintah Provinsi Bali benar-benar serius mewujudkan Gedung SMAN 11 Denpasar yang berlokasi di Subak Batulantang, Banjar Padangsumbu Kaja, Desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.

Aktivitas pelaksanaan proyek tampak sudah dimulai sejak beberapa hari lalu, di antaranya berupa pemagaran, pengurugan lahan dan sebagainya. Sekolah baru ini dibangun bersebelahan dengan SMPN 13 Denpasar.

Perbekel Desa Padangsambian Klod, I Gede Wijaya Saputra SH, bersama Ketua BPD, Kepala Dusun, Pekaseh Subak Batulantang dan pemilik lahan, pada Kamis, 26 Agustus 2021 terjun ke lokasi atau tempat dibangunnya Gedung SMAN 11 Denpasar tersebut.

Turut hadir Ketua Komite SMAN 11 Denpasar Drs I Wayan Diana bersama anggota. Mereka melakukan peninjauan terkait rencana pembuatan jalan akses menuju sekolah dari jalan raya yang kini ada.

Sehubungan dengan akses jalan menuju lokasi proyek pembangunan Gedung SMAN 11 Denpasar yang belum ada, selama ini kendaraan pengangkut material untuk kepentingan pembanguna itu terpaksa harus melalui bagian halaman dari SMPN 13 Denpasar.

“Ya…Terpaksa truk harus lewat halaman sekolah tetangga. Tapi  sebelumnya sudah kami lakukan koordinasi dengan pihak SMPN 13 dan pihak-pihak terkait lainnya,” kata I Nyoman Dirta dari CV Jaya Kerti, selaku pelaksana proyek Gedung SMAN 11 Denpasar menjawab pewarta LenteraEsai (LE).

Ia menyebutkan, untuk bisa dilalui kendaraan pengangkut material, pihak SMPN 13 Denpasar mengizinkan dibukanya jalan sementara dengan membongkar beberapa meter tembok pagar sekolah tersebut.

Menurutnya, sesuai kontrak, pihaknya tahap awal akan membangun satu gedung lantai tiga dengan sembilan ruang kelas. Dan juga satu unit gedung kantor, tapi tidak sampai finishing. Waktu yang diperlukan sekitar empat bulan. Sesuai penjanjian kontrak, Desember 2021, gedung tahap pertama selesai.

Ketua Komite SMAN 11 Denpasar, Wayan Diana menerangkan, pihaknya sedang menyiapkan upacara, ngatur uning ngeruak, dan nuntun Ida Bhatara Sri ke Pura Dugul. Mengingat lahan itu masih berupa tanah sawah dengan tanaman padi.

“Setelah kami berdiskusi dengan pemborong, ternyata pelaksanaan upacara menjadi tanggung jawab masyarakat. Dalam hal ini komite sekolah, sebagai refresentasi dari orang tua murid,” katanya.

Namun demikian, lanjut Diana, komite sekolah sejauh ini belum punya dana. Masalahnya, komite baru terbentuk sejak beberapa hari lalu.

“Setelah kami berkoordinasi dengan Plt Kepala SMAN 11 Denpasar, Drs Ketut Sumandhi Arta MPd yang notabena adalah Kepala SMAN 1 Kuta, Badung, akhirnya ada solusi. Yakni SMAN 1 Kuta memberi talangan sebesar Rp 8 juta untuk biaya pelaksanaan upacara dan upakara. Tentu nantinya biaya akan dibebankan kepada orang tua siswa,” katanya, menjelaskan.

“Setelah pasti ada anggaran, kami segera tangkil (menemui) ke sulinggih. Terkait ala ayuning dewasa (hari baik) untuk melaksanakan upacara ngeruak dan sebagainya,” ujar Diana, penuh semangat.  (LE/Ima) 

Lenteraesai.id