Sempat Viral, Kasus yang Diwarnai Saling Pukul di Sidatapa Akhirnya Berdamai

Mediasi bertempat di ruang command center Polres Buleleng

Buleleng, LenteraEsai.id – Kasus saling pukul yang melibatkan anggota TNI  dengan warga di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng pada Senin (23/8) lalu, sempat viral hingga ramai dibicarakan warga dan netizen di dunia maya.

Buntut dari kejadian tersebut, akhirnya diputuskan untuk dilakukan mediasi antara Dandim 1609/Buleleng dengan warga masyarakat Desa Sidetapa sehubungan adanya kesalahpahaman hingga peristiwa itu terjadi pada Senin, 23 Agustus 2021 pukul 11.00 Wita di wantilan Pura Bale Agung Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar.

Bacaan Lainnya

Mediasi yang berakhir dengan perdamaian itu dilaksanakan pada Selasa (24/8/2021) siang bertempat di ruang Command Center Mapolres Buleleng. Bertindak selaku mediator Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, SIK SH MSi dan turut hadir Kasrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Ida Bagus Ketut Surya Wedana, Kasi Intel Korem 163/Wira Satya Kolonel Inf Boyke Sukanta, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna SH, Wadir Intelkam Polda Bali AKBP I Made Sinar Subawa SIK MH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Susila Ambara SH.

Hadir juga para pihak Dandim 1609 Buleleng Letkol Infantri Moh Windra Lisrianto SE MIKI, dan beberapa tokoh masyarakat dari Desa Sidetapa seperti Wayan Arta SH, yang juga anggota DPRD Propinsi Bali, Gede Arta Wijaya anggota DPRD Buleleng, Kadek Sutama Wakil Ketua 1 BPD Desa Sidatapa, Kepala Desa Sidatapa Ketut Budiasa dan Kelian Adat Desa Sidetapa Jro Pasma, mewakili masyarakat Desa Sidetapa dan juga mewakili para pihak yang berseteru.

Setelah mediasi dibuka Kapolres Buleleng selanjutnya pembicaraan diberikan kepada Kasrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Ida Bagus Ketut Surya Wedana, yang menyampaikan, “Mari kita introspeksi bagaimana kita berbuat lebih baik ke depannya, cari jalan yang terbaik dalam menyelesaikan masalah ini dan tidak ada lagi yang mengungkit masalah ini dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan dalam peristiwa ini.”

“Kami berharap permasalahan ini selesai, kita sepakat berdamai, duduk dengan tenang dengan satu kata perdamaian itu jauh lebih baik dari pada yang lain, tidak ada permusuhan di antara kita dan di sini tidak ada yang salah dan tidak ada yang menyalahkan.” ucapnya.

Sementara I Wayan Arta SH yang mewakili masyarakat Desa Sidetapa, menyampaikan bahwa sepakat untuk berdamai dan di sini tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, namun perdamaian yang dilakukann di sini disampaikan kepada pihak yang berseteru dari Desa Sidetapa, dan pertemuan di sini akan ditindaklanjuti kepada pihak yang berseteru yang pada prinsipnya sepakat berdamai.

Sedangkan Dandim 1609 Buleleng memberikan penjelasan, peristiwa yang terjadi merupakan risiko dalam pelaksanaan tugas namun peristiwa ini ini jangan diulangi lagi. “Angaplah cerita ini tidak perlu dikenang lagi, kalau kita sepakat permasalahan ini kita akhiri kita selesaikan, diharapkan ke depan lebih kompak sama-sama memberantas Covid-19,” katanya.

Mengingat pihak perwakilan keluarga yang tersangkut dari Desa Sidetapa tidak memberikan jawaban pasti pada pertemuan mediasi siang itu, akhirnya seluruh yang hadir bersama-sama menuju Desa Sidetapa dan mendengar langsung perdamaian yang disampaikan pihak yang berseteru dari Sidetapa.

Setelah mendengar langsung perkataan sepakat berdamai dari warga Sidetapa, akhirnya kesalahpahaman yang telah terjadi berakhir dengan perdamaian.

Kapolres Buleleng menyampaikan, kesepakatan perdamaian yang telah dilakukan nantinya akan ditindaklanjuti dengan surat perdamaian yang kini masih dikonsep. “Bila kedua belah pihak sepakat dengan isi perdamaian, nantinya akan ditandatangani dalam waktu secepatnya,” ujar Kapolres, menjelaskan.   (LE-BL)

Pos terkait