Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Tabanan

Terduga pencuri ayam tewas diduga dikeroyok massa di Tabanan
Ilustrasi -Polisi memasang garis polisi (police line) pada sebuah mobil diduga barang bukti kejahatan di Denpasar, Bali. ANTARA/Rolandus Nampu

Denpasar, LenteraEsai.id – Seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri seekor ayam tewas setelah diduga dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (24/7) dini hari.

“Kepolisian kini menyelidiki penyebab kematian korban serta dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” kata Kepala Subbidang Penmas Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi di Denpasar, Sabtu.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk penyebab kematian KD.

Menurut Rina, peristiwa bermula ketika KD diduga hendak membawa kabur seekor ayam milik warga bernama I Wayan Adi Suteja sekitar pukul 01.30 WITA.

Aksi tersebut diketahui warga yang kemudian mengamankan KD secara beramai-ramai.

Dalam insiden itu, KD diduga mengalami pengeroyokan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 02.00 WITA untuk mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengumpulkan barang bukti.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan seekor ayam milik korban, sebilah golok yang diduga milik KD, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Selain itu, satu unit sepeda motor yang diduga digunakan KD juga ditemukan dalam kondisi terbakar setelah dibakar warga.

Rina mengatakan dugaan pencurian ayam tersebut dipicu keresahan warga akibat maraknya kehilangan ternak dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, kepolisian tetap mengusut dugaan tindak pidana dalam peristiwa itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum,” kata Rina. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait