Denpasar, LenteraEsai.id – Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara meresmikan pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) sekaligus menyerahkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) PKE UMKM di Desa Adat Padangsambian, Kelurahan Padangsambian, Denpasar pada Jumat (6/8).
Pengoperasian tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan pengolahan sampah berbasis sumber serta percepatan pembangunan TPS3R di masing-masing desa/kelurahan di Kota Denpasar.
Tampak hadir pada kegiatan itu antara lain anggota DPR RI Komisi XI Dapil Bali I Gusti Agung Rai Wirajaya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kadis DLHK Denpasar IB Putra Wirabawa, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai serta Plt Camat Denpasar Barat IB Purwanasara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, Bank Indonesia terus berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjadikan Bali khususnya Kota Denpasar bersih dari sampah.
“Pengolahan sampah dengan metode 3R yakni Reduce Reuse Recycle selain bermanfaat bagi lingkungan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga berpotensi terbukanya lapangan pekerjaan yang baru,” ujarnya.
Sementara anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan, dengan adanya TPS3R ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya Desa Adat Padangsambian, di mana sampah yang masuk dapat diolah dan bernilai ekonomi sehingga mengajak masyarakat untuk disiplin membuang sampah di TPS3R ini.
“Kami mengharapkan sampah dapat dipilah mulai dari rumah tangga sihingga masuk TPS sudah terpilah, dan kami juga mengajak
pemerintah dan masyarakat desa adat bersatu untuk kebersihan Kota Denpasar,” ujar Rai Wirajaya.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi Bank Indonesia yang telah mendukung pengolahan sampah berbasis sumber, karena penanganan sampah merupakan masalah klasik di perkotaan. Untuk itu, penanganan sampah harus dilaksanakan secara holistik dari sumber.
Dengan demikian, penumpukan sampah di TPA dapat diurai, sekaligus juga dapat mengatasi kondisi TPA yang saat ini sudah hampir penuh, ucapnya.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kondisi TPA Suwung semakin penuh, sehingga diperlukan upaya-upaya yang holistik dan strategis untuk penanganan sampah berbasis sumber,” katanya.
Dengan diresmikan TPS3R di Padangsambian ini diharapkan dapat mendukung penanganan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar. “Kami mendorong agar desa dan kelurahan selalu berkolaborasi dengan desa adat masing-masing untuk bisa mempercepat pembuatan TPS3R di wilayahnya masing-masing,” kata Jaya Negara. (LE-DP)







