DenpasarHeadlines

Tanpa Surat Kerja, Puluhan Kendaraan Diputar Balik di Pos-pos Penyekatan Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Tim yustisi secara ketat melakukan penertiban pelaksanaan PPKM Darurat di setiap pos penyekatan yang ada di Denpasar. Hal itu dilakukan untuk menekan penularan virus yang belakangan terus menyebar.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga, Jumat (9/7) mengatakan, untuk penertiban pelaksanaan PPKM Darurat kini tidak hanya dilaksanakan secara mobile tetapi juga stationer.

Secara stationer dilakukan di beberapa titik Pos Penyekatan seperti di daerah Biaung, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Sanghyang, Jalan Kebo Iwa Gatsu, dan Pos Penyekatan Uma Anyar, ucapnya.

Dalam penertiban secara stationer tim yustisi menjaring 87 pelanggar, di antaranya salah menggunakan masker sebanyak 20 orang yang diberikan pembinaan, dua pengendara ditilang karena tidak membawa surat lengkap, dan 65 kendaraan harus putar balik karena tidak membawa surat keterangan kerja di sektor esensial dan sektor kritikal.

Sementara secara mobile, tim induk bergerak dari Kantor Satpol PP Kota Denpasar menuju Jalan WR Supratman dengan mengimbau para pedagang warung nasi Padang untuk tidak melayani makan di tempat selama PPKM Darurat.

Selain itu juga memanggil seorang pengusaha dagang pakaian di Jalan WR Supratman yang diduga melanggar. Sementara kegiatan operasi Tim Aman Nusa yang dikoordinir Polresta Denpasar bergerak mulai dari halaman Polresta Denpasar menuju Jalan Mahendradata, Jalan Teuku Umar Barat dan Jalan Imambonjol Denpasar. Dalam kegiatan ini memantau pelaksanaan kegiatan di sektor perbankan untuk memastikan menerapkan WFO maksimal 50 persen.

Untuk Tim Kecamatan Denpasar Barat bergerak dari Kantor Camat Denbar menuju Jalan Gunung Agung, Jalan Setiabudi, Sutomo, Gatot Subroto, Buluh Indah, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Salak dan Jalan Teuku Umar Barat Denpasar. Di sejumlah jalan itu tim tidak menemukan adanya pelanggaran, hanya mengimbau masyarakat untuk mentaati peraturan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM Darurat.

Dari sekian pelanggar yang salah menggunakan masker, kata Sayoga, saat ditanya umumnya beralasan lupa dan terburu buru. Untuk memberikan efek jera dalam kesempatan itu, pelanggar juga diberikan sanksi fisik (push up) di tempat dan harus menandatangani surat pernyataan tidak melanggar lagi.

Jika kemudian hari ditemukan melanggar lagi, mereka harus siap menerima tindakan lebih tegas. “Dalam penertiban kali ini berjalan lancar tidak ada perlawanan meskipun banyak yang dijaring, bahkan ada yang harus putar balik karena suratnya tidak lengkap,” ungkap Sayoga.

Sayoga menambahkan penertiban kali ini sama seperti giat sebelumnya, yakni petugas juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Salah salah satunya dengan mensosilisasikan protokol kesehatan 6-M, yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan, katanya, menjelaskan.  (LE-DP)

Lenteraesai.id