Amlapura, LenteraEsai.id – Ratusan ekor ikan mas yang tidak sedikit di antaranya memiliki ukuran jumbo, berhamburan hanyut setelah ‘rumah tinggalnya’ di kolam Taman Tirta Tangga Karangasem, bagian dindingnya jebol diterjang banjir.
Jebolnya dinding kolam tersebut telah mengakibatkan ratusan ikan hanyut kemudian terdampar di areal di luar taman dan aliran sungai, hingga kemudian mengundang kehadiran warga untuk menangkap dan memungutnya pada Kamis (17/6) pagi hingga siang hari.
Bahkan tidak hanya ikan emas ukuran jumbo yang dipungut warga, namun tidak sedikit ikan mujair dan jenis ikan hias yang sudah terpelihara dalam belasan tahun lamanya, juga turut diburu warga. Padahal, ikan-ikan itu selama ini cukup menjadi primadona bagi para pengunjung taman.
Pihak pengelola taman menyayangkan aksi sejumlah warga yang sertamerta mengambil ikan hias yang hanyut pascaterjadinya musibah jebolnya dinding salah satu kolam yang ada di sebelah selatan Taman Tirta Gangga.
AA Dharma, salah seorang pengelola Taman Tirta Gangga ketika dihubungi, mengaku sangat menyayangkan aksi warga yang begitu saja memburu dan menangkap ikan yang ‘tumpah ruah’ dari salah satu kolam yang ada di dalam taman.
“Yang sangat kami sayangkan, banyak warga yang menangkap ikan mas yang hanyut, tetapi justru membawanya pulang, kan kasihan. Padahal dengan adanya ikan di dalam taman, tentunya semua orang dapat merasakan keberadaannya,” ujarnya usai menemui Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, AA Made Kosalya.
Ikan-ikan yang hanyut tersebut adalah jenis ikan emas, mujair dan beberapa jenis ikan hias. Untuk ikan emas sendiri rata-rata berukuran cukup besar karena usianya sudah di atas 10 tahunan.
AA Made Kosalya mengharapkan, bagi warga yang telah menangkap ikan emas tersebut seyogyanya dengan kesadaran sendiri dapat mengembalikan kepada pihak pengelola Taman Tirta Tangga.
“Kami tadi sampai kirim karyawan untuk menyebar informasi agar ikan mas yang telah ditangkap dapat dikembalikan ke kolam taman, sedangkan untuk ikan mujairnya silahkan diambil,” kata Kosalya.
Sebagai kompensasi, lanjut dia, pihaknya akan memberikan uang pengganti sebesar Rp 5 ribu untuk setiap satu ekor ikan emas yang dikembalikan oleh warga tersebut.
Dari pantauan di lapangan, terihat di sepanjang aliran sungai dan genangan yang letaknya tidak jauh dari kolam yang jebol, hingga siang ini masih diwarnai adanya sejumlah warga yang sibuk mencari sisa-sisa ikan yang hanyut.
Untuk maksud itu, beberapa di antara mereka ada yang menggunakan jaring, atau sekedar menyiuk genangan menggunakan ember dan benda lainnya. Bahkan salah seorang warga ada yang terlihat mendapatkan seekor ikan mas berukuran cukup besar yang ditaruh di dalam ember.
Untuk diketahui, bagian pondasi dari dinding salah satu kolam di Taman Tirta Gangga diketahui jebol pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 Wita oleh petugas jaga. Sebelumnya di wilayah seputaran Karangasem, Bali bagian timur, turun hujan lebat sejak Rabu malam hingga Kamis menjelang pagi.
Kemungkinan karena debit air yang cukup tinggi, pondasi sisi selatan kolam tidak kuat menahan volume air hingga akhirnya jebol. Pihak pengelola sendiri mengaku masih menelusuri penyebab jebolnya pondasi kolam tersebut.
Masalahnya, di lokasi jebolnya dinding kolam tersebut ada tiga buah pipa air milik PDAM, di mana salah satunya adalah pipa besi yang sudah berusia puluhan tahun dan diketahui dalam kondisi bocor, tepat di lokasi jebolnya pondasi kolam.
“Kami masih melakukan penelusuran, kami tidak mau menuduh, sementara kami akan berkordinasi dulu dengan pihak terkait. Untuk kerugian sendiri kami belum bisa menghitung, karena bukan cuma masalah materi tetapi di sini juga tentang citra Taman Tirta Gangga cukup terkena dampaknya di mana wisatawan,” ucap Kosalya.
Guna mengatasi keadaan agar tidak semakin runyam, pihak pengelola akan menutup saluran air dari salah satu kolam yang terhubung ke kolam yang jebol tersebut, sehingga kolam yang berada di atasnya bisa difungsikan sebagaimana biasanya. (LE-AN)







