Karangasem, LenteraEsai.id – Peristiwa gantung diri yang dilakukan oleh I Nyoman Alit Suarta (64) di sebuah rumah kos-kosan, sempat membuat kaget warga Banjar Dinas Kodok, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem pada Kamis (27/5) siang.
Masalahnya, tidak ada tanda-tanda kalau pria persiunan pegawai yang dikenal kalem itu, akan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kapolsek Manggis Kompol Anak Agung Gede Arka mengatakan, peristiwa gantung diri tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, Ni Nyoman Suriatni (59), yang saat itu baru saja pulang mengajar di sebuah sekolah dasar (SD) yang ada di daerah Padangbai.
Setibanya di rumah kos-kosan, ibu guru Suriatni tidak melihat suaminya ada di kamar, sehingga langsung memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban. Selanjutnya ia langsung menuju ke dapur, betapa kagetnya melihat sang suami sudah dalam keadaan tergantung dan tak lagi bernyawa.
Dalam keadaan shock, Suriatni spontan berteriak histeris dan meminta tolong kepada warga sekitar. Tak berselang lama, warga pun berdatangan, bahkan ada yang langsung menghubungi petugas Bhabinkamtibmas Desa Ulakan untuk kemudian kabar diteruskan ke Mapolsek Manggis.
“Korban ditemukan gantung diri dengan menggunakan tali plastik nilon warna biru sepanjang panjang 2.5 meter yang dikaitkan di bagian rangka atap dapur,” kata Kompol Anak Agung Gede Arka, usai anggotanya melakukan pemeriksaan di tempat kejadian.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter terhadap jenazah korban, dikatakan tidak ditemukasn adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan, hanya terdapat lebam mayat pada telapak tangan dan kaki, serta bekas jeratan tali pada leher hingga patah tulang leher.
Mengenai motif dari korban nekat untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, Kapolsek Agung Gede Arka menduga korban mengalami depresi setelah pensiun dari tempatnya bekerja.
“Dugaan awalnya depresi, namun untuk lebih jelasnya masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk dengan meminta keterangan dari pihak keluarga dan tetangga korban,” kata Kompol Agung Gede Arka, menjelaskan. (LE-Jun)







