DenpasarHeadlines

Jual Miras Oplosan, Pria Asal Jakarta Ditangkap Polisi Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Tersangka S alias Asep (30), pria asal Jakarta yang diduga telah menjual dan mengoplos minuman keras (miras) berbagai merk import dan lokal, diitangkap petugas Unit IV Tipiter Satreskrim Polresta Denpasar, Bali.

Tersangka S alias Asep diamankan petugas pada Rabu (12/5/2021) lalu di areal parkir rumah makan siap saji KFC Jalan Kebo Iwa Kota Denpasar, kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan SIK MH kepada pers di Denpasar, Jumat (21/5).

Didampingi Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat SH SIK MH, Kapolres Jansen mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa pelaku Asep selama ini melakukan pengoplosan miras secara ‘home industri’ di rumah kosnya di Jalan Padang Luwih Badung.

Dari tindak mengoplosan minuman keras secara ilegal itu, petugas menyita barang bukti berupa alkohol dan berbagai jenis botol miras merk lokal dan import yang pelaku beli secara online, ujar Kapolresta Jansen.

Selain itu, polisi juga menyita beberapa botol miras siap edar merk import seperti Civas Regal dan Jack Daniel, ucapnya.

Menutur pihak BPOM, kandungan yang ada dalam miras oplosan tersebut antara lain etanol sebesar 22-12 persen, di mana pada merk Civas Regal seharusnya sebanyak 5-20 persen, sehingga miras oplosan itu dapat membahayakan konsumen.

Kapolresta mengungkapkan, pelaku sudah beroperasi dan menjual miras oplosan itu sejak bulan Februari 2021, dengan keuntungan mencapai lima puluh persen (50%) per botol yang pelaku pasarkan secara online. Sedangkan untuk miras jenis anggur orang tua, dipasarkan di warung sekitar Dalung, Kabupaten Badung.

“Untuk pita cukai yang dipakai dapat dikatakan palsu, di mana pelaku memperolehnya secara online dari seseorang bernama Shan, yang saat ini masih dalam upaya pengejaran petugas,” ujar Kombes Jansen.

Terhadap pelaku dapat dikenakan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan pidana 5 tahun penjara. Atau pasal 142 jo pasal 91 ayat (1) UU RI No.18 tahun 2012 tentang Panggan, atau pasal 204 ayat (1) KUHP yaitu memproduksi, memperdagangkan dan menawarkan miras yang tidak sesuai dengan proses pengolahan, sehingga dapat membahayakan konsumen.

Guna proses hukum lebih lanjut, tersangka S alias Asep kini mendekam di balik jeruji besi ruang tahanan Mapolresta Denpasar. (LE-DP)

Lenteraesai.id