Dua Warga Besakih Ditemukan Tewas Dalam Cubang Penyimpanan Air

Karangasem, LenteraEsai.id – Ni Wayan Edi (46) dan Ni Kadek Muliani (9), ditemukan tak lagi bernyawa di dalam cubang tempat penyimpanan air di Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Selasa (20/4).

Mirisnya, kedua penduduk Banjar Dinas Temukus yang masih memiliki hubungan antara bibi dan keponakan itu, diketahui telah cukup lama menderita penyakit. Ni Wayan Edi disebutkan mengalami depresi, sedangkan Ni Kadek Muliani mengidap penyakit epilepsi alias ayan.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Rendang Kompol I Made Sudartawan ketika dihubungi wartawan mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh I Nengah Deden (46), yang tiba-tiba melihat istrinya Ni Wayan Edi dan keponakannya Ni Kadek Muliani, tewas mengambang di sebuah cubang tempat penyimpanan air sedalam 2,5 meter.

“Saat ditemukan, kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan mengambang di atas permukaan air di dalam cubang,” ujar Kompol Sudartawan, menjelaskan.

Atas kejadian tersebut, Nengah Deden datang melapor kepada Bendesa Adat Banjar Dinas Temukus, selanjutnya diteruskan kepada pihak Polsek Rendang, yang kemudian turun melakukan lidik di tempat kejadian.

Dari keterangan beberapa saksi, kata Kapolsek, diduga kuat korban meninggal dunia karena bunuh diri. Dugaan tersebut dikuatkan sehubungan Ni Wayan Edi sudah pernah beberapa kali mencoba bunuh diri karena depresi yang dialami, tetapi selalu berhasil digagalkan.

Sedangkan ponakannya Ni Kadek Muliani yang diperkirakan ingin memberikan pertolongan begitu melihat bibinya kecemplung ke dalam air cubang, malah ikut kejebur kemudian berasama-sama tenggelam dan meninggal dunia, ujar Kompol Sudartawan.

Dari hasil pemeriksaan tim medis atas jenazah para korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan, dan saat ditemukan kedua mayat sudah dalam keadaan kaku.

“Dugaan awal para korban meninggal dunia karena bunuh diri, tapi kami juga akan tetap melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kematian mereka dengan lebih seksama,” kata Kapolsek Sudartawan, menandaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait